10 Makanan Sehat Yang Ternyata Mengandung Racun

Mungkin kita tidak banyak mengetahui bahwa makanan yang umum kita makan sehari – hari, baik berupa buah, sayuran ataupun seafood ternyata mempunyai racun terkandung di dalamnya, yang jika kita memakannya dalam kadar tertentu ataupun salah dalam pengolahannya bisa mengakibatkan kematian.
10 Makanan berikut ini sangat terkenal dan familier buat kita, bahkan sering dianjurkan oleh ahli gizi untuk rutin dikonsumsi demi menukupi vitamin dan mineral tubuh. Namun mereka (para ahli gizi) mungkin lupa untuk menyebutkan tentang racun yang ada di dalamnya. Langsung saja simak 10 makanan beracun yang sering kita makan 

1. Tomat

Banyak diantara kita yang tidak tau bahwa tomat ternyata beracun. Walau buah tomatnya sendiri tidak beracun, tetapi daun dan ranting tanaman tomat mengandung glycoalkaloid yang bisa mengakibatkan sakit perut dan gugup. Daun dan ranting tomat bisa digunakan dalam memasak, tapi tidak bisa dimakan. Glycoalkaloid ini adalah racun yang kuat yang bahkan digunakan untuk mengontrol pes.


2. Apel

Apel sangatlah terkanal sebagai buah yang enak dan sehat tetapi taukah anda bahwa apel mengandung Cyanide/ sianida, walaupun hanya dalam jumlah sedikit. Kandungan sianida ini terdapat di dalam biji apel. Walaupun memakan semua biji yang ada dalam 1 apel tidak akan mematikan, tetapi adalah sesuatu hal yang harus dijauhi. Karena bila anda memakannya dalam jumlah tertentu, akan mengakibatkan komplikasi

3. Cheri

Cheri adalah makanan yang bisa dimakan paling bervariasi. Bisa dimakan mentah, dibakar, dijadikan manisan, bahkan di dalam minuman keras. Walaupun Cheri terkenal enak, buah ini mengandung racun hidrogen sianida. Kalau pip cheri ini terkunyah atau hancur secara tidak sengaja, ia akan mengeluarkan hidrogen sianida. Keracunan hidrogen sianida dalam dosis kecil akan mengakibatkan pusing, kebingungan, dan muntah. Keracunan dalam dosis yang besar akan mengakibarkan kesulatan bernafas, kenaikan tekanan darah dan detak jantung, bahkan gagal ginjal yang bisa mengakibatkan koma dan juga kematian karena saluran pernafasan.


4. Almond

Walaupun orang menyebutnya kacang Almond sebenarnya adalah biji-bijian, yang sangat terkenal di dunia. Seperti hal nya Apel, Almond juga mengadung sianida. Almond ini sangat beracun bila tidak diproses di panas yang benar untuk mengeluarkan racun nya. Di banyak negara, Almond ini dilarang dijual sebelum diproses untuk mengeluarkan racun sianida darinya.

5. Kentang

Pasti semua dari kita sudah pernah mendengar bahkan memakan kentang. Yang belum kita dengar mungkin adalah bahwa kentang ini beracun. Ranting dan daun bahkan kentang nya sendiri beracun. Kalau anda pernah perhatikan kentang lebih dekat, kemungkinan besar dari kita pernah melihat kentang yang agak kehijau-hijauan. Ini adalah disebabkan oleh racun glycoalkaloid. Dalam sejarah, kematian akibat kentang ini pernah terjadi walaupun jarang.

Kebanyakan adalah karena meminum teh daun kentang atau memakan kentang yang kehijau-hijauan. Kematian ini tidak datang secara cepat dan mendadak, tetapi bisanya korban nya akan menjadi lemas dan kemudian jatuh koma. Oleh sebab itu, janganlah mengkonsumsi kentang yang mempunya bulatan seperti bola mata hijau, kulit kehijau-hijauan, atau yang telah berakar. Buanglah kentang-kentang tersebut daripada menyajikan nya.


6. Cabe

Sepertinya tidak ada seorang pun diantara kita yang tidak pernah memakan cabe. Apapun jenis cabe tersebut (cabe rawit, keriting, hijau, dsb) mengandung bahan kimia yang disebut capsaicin. Capsaicin inilah yang bikin cabe itu menjadi pedas. Kimia ini sangalah keras dimana bisa digunakan untuk menghilangkan cat, bahkan digunakan sebagai “pepper spray” yang bisa membutakan mata. Bilan capsaicin ini dimana dalam jumlah tertentu, akan menyebabkan kematian.

7. Kacang Monyet

Seperti halnya almond, kacang monyet ini sebenarnya bukanlah kacang melainkan adalah biji-bijian. Pada saat anda membli kacang monyet yang mentah, sebenarnya kacang tersebut sudahlah tidak mentah tetapi sudah dikukus terlebih dahulu. Ini dikarenakan, kacang ini mengandung racun urushiol yang harus di kukus dulu untuk menghilangkan racun tersebut. Keracunan kacang monyet ini sangat jarang, tetapi orang-orang yang bekerja di pabrik untuk memisahkan kacang monyet dari kulitnya kadang mengalami efek samping yang disebabkan oleh racun urushiol.


8. Jamur

Ada sekitar 5000 jenis jamur di Amerika dan sekitar 100 disebut beracun dan kurang dari selusin adalah jamur yang memtikan. Secara umum, jamur bisa mengakibatkan gangguan gas dalam pencernaan usus bagi yang alergi terhadapnya. Karena banyaknya jenis jamur yang ada didunia, sangatlah susah untuk mengetahui persis yang mana yg beracun. Pada dasarnya, jamur yang tumbuh secara liar lebih mungkin beracun. Salah satu jenis jamur yang paling beracun adalah “Alpha-amanitin”, yang dapat merusak lever.


9. Pufferfish

Ikan Pufferfish adalah veterbrata paling beracun kedua di dunia. Orang Korea dan Jepang paling suka memakan ikan ini. Banyak yang tidak tau bahwa lever dari ikan ini adalah sangan beracun yang dapat mengakibatkan kematian. Racun tersebut dikenal dengan nama tetrodotoxin yang bisa menyebakan darah tinggi, mati rasa yang dan paralysis urat yang bisa menyebabkan kegagalan dalam bernafas dan kematian.


10. Cassava (Yuca)

Mungkin tidak banyak dari kita yang tau makanan ini. Cassava banyak ditemukan di karibean dan Amerika Selatan. Cassava ini bisa dimakan manis ataupun pahit.Makanan ini mengandung cyanogenic glocosides yang ternyata sangat beracun. Dari baunya, cassava akan mengusir serangga bahkan juga binatang, dan kalau tidak di proses secara benar akan mengakibatkan kematian

Sumber: http://palingseru.com/7698/10-makanan-beracun-yang-sering-kamu-makan

Advertisements

Penelitian Membuktikan Coca Cola Meningkatkan Resiko Patah Tulang

Sejumlah faktor risiko memberikan pengaruh negatif pada metabolisme tulang dan menyebabkan predisposisi pada patah tulang, termasuk konsumsi minuman ringan berkarbonasi secara berlebihan.

Fakta eksperimental menunjukkan sebuah asosiasi antara asupan minuman ringan kola dan gangguan metabolisme tulang menjadi masalah yang mengemuka berdasarkan penelitian epidemiologi global yang menunjukkan peningkatan asupan minuman ringan kola berhubungan dengan penurunan mineral tulang, peningkatan risiko patah tulang pada usia berapapun, dan sebuah peningkatan risiko osteoporosis di masa mendatang.

1. Penelitian di Irlandia Utara

Sebagai contoh, sebuah penelitian yang melakukan kombinasi riwayat medis dengan kuesioner frekuensi makanan dari remaja Amerika menunjukkan sebuah asosiasi kuat antara konsumsi minuman ringan kola dan patah tulang pada perempuan. Sebuah penelitian observasional cross-sectional yang dilakukan di Irlandia Utara juga menunjukkan sebuah hubungan negatif antara asupan minuman ringan berkarbonasi dan kepadatan mineral tulang pada tumit perempuan usia 12 sampai dengan 15 tahun.


2. Penelitian Kohort tasmania
Sebuah penelitian kohort skala besar di Tasmania menunjukkan sebuah asosiasi antara konsumsi minuman ringan kola dan peningkatan risiko patah tulang pergelangan tangan dan lengan pada anak laki-laki dan perempuan antara usia 9 dan 16 tahun.


3. Penelitian Hemeostatis Denmark
Di Denmark, sebuah penelitian terkini mengenai penanda homeostasis (keseimbangan) kalsium yang diperiksa menggunakan penanda darah dan urin (air seni) dan perubahan tulang pada laki-laki muda antar usia 22 dan 29 tahun menegaskan asupan minuman ringan kola berdampak negatif pada metabolisme tulang.

4. Penelitian Osteoporosis Framingham
Sebuah Pusat Penelitian Osteoporosis Framingham, sebuah penelitian jangka panjang di Amerika Serikat, menunjukkan asupan kola berhubungan dengan kepadatan mineral tulang yang rendah pada pinggul perempuan.

5. Penelitian oleh Teófilo MJ, Leonel DV, dan Lamano T. (2009) 
Pemeriksaan jaringan oleh Penelitian oleh Teófilo MJ, Leonel DV, dan Lamano T. (2009) dalam penelitian ini menunjukkan konsumsi minuman ringan kola berhubungan dengan sebuah pembentukan tulang alveolar yang terhambat (uji one way ANOVA, P= 0,0006). Sebuah penurunan sebesar 27,60% pada persentase rata-rata pembentukan trabekula tulang yang baru diamati pada sampel yang mengonsumsi minuman kola setelah pencabutan gigi (p < 0,01). Penyembuhan tulang mengalami penurunan sebesar 25,75% pada sampel yang mengonsumsi minuman ringan kola dua minggu setelah pencabutan gigi, tetapi perbedaan tidak signifikan secara statistik (p > 0,05).

Penelitian epidemilogi mengenai tren yang menggantikan asupan susu, sebuah sumber kalsium yang utama, dengan minuman ringan menunjukkan nutrisi yang buruk menjadi sebuah faktor risiko yang menyebabkan predisposisi pada kejadian patah tulang.

Asosiasi antara gangguan metabolisme tulang dan asupan minuman ringan kola juga telah dihubungkan pada beberapa komponen formulasi minuman ringan kola.

Di antara senyawa tersebut, asam fosforik dapat mereduksi pembentukan 25-dihydroksivitamin-D, mengganggu penyerapan usus, dan mengganggu penyerapan ulang kalsium di ginjal yang dapat menyebabkan hipokalsemia (kadar kalsium yang rendah dalam darah), dan menyebabkan hiperparatiroidisme (kelenjar paratiorid terlalu banyak memproduksi hormon paratiroid) sekunder yang terjadi akibat tingkat kalsium plasma yang rendah.

Selain itu, minuman ringan kola kaya akan kafein, berhubungan dengan penurunan kepadatan tulang dan peningkatan risiko fraktur. Menurut Kinney (2002), minuman ringan berkarbonasi non-kola tidak berhubungan dengan risiko patah tulang antara anak dan remaja.

Senyawa makanan yang bersifat asam juga memberikan pengaruh negatif metabolisme kalsium dan mempercepat kerusakan tulang. Selain itu, mekanisme gangguan metabolisme tulang yang terjadi akibat konsumsi kola adalah karakteristik asam minuman kola yang memberikan dampak negatif pada metabolisme kalsium dan tulang dengan meningkatkan kerusakan tulang dan mobilisasi kalsium, serta menurunkan produksi 25-hidroksivitamin-D di ginjal.

Credit Sumber :http://www.scielo.br/pdf/bor/v24n2/09.pdf

Asap Obat Nyamuk Bakar Sama Bahayanya dengan 100 Batang Rokok

ASAP hasil pembakaran satu keping obat nyamuk bakar ternyata setara dengan 100 batang rokok! Ini tentunya akan menimbulkan bahaya serius bagi yang menghirupnya, terutama anak-anak.

“Tidak banyak orang yang tahu tentang hal ini, tetapi kerusakan terhadap paru-paru akibat satu keping obat nyamuk baker setara dengan satu kumparan nyamuk setara dengan kerusakan akibat 100 batang rokok. Ini menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan di Malaysia,” kata Direktur Chest Research Foundation, Sandeep Salvi seperti dikutip dari Times of India, Kamis (1/9).

Salvi menyadari kurangnya kesadaran tentang dampak polusi udara terhadap kesehatan manusia. Tanpa menyudutkan faktor budaya penggunaan obat nyamuk baker di Asia, Salvi mengatakan bahwa polusi udara dalam ruangan juga berisiko terhadap kesehatan.

“Di samping polusi kendaraan yang merupakan perhatian utama bagi lingkungan. Meningkatnya kasus gangguan genetik juga memiliki banyak hubungannya dengan polusi udara,” kata Sanjeev Bagai, petugas Rumah Sakit Batra. (Pri/OL-06)

Sumber :http://www.mediaindonesia.com