Hari Kartini : Karena Wanita Begitu Istimewa

Eko & Mama

Eko Sudarmakiyanto masa kecil dengan Ibu di Pasir Putih Wamena, di Pike dekat Kurulu

Untuk seorang wanita yang selalu aku sayang yang selalu menjadi inspirasiku, satu-satunya wanita yang bilang aku laki-laki terganteng di dunia, paling baik di dunia, dan termanis di dunia ini. Satu-satunya wanita yang memahami segala kelemahan dan kekuaranganku.

Seoarang yang dengan sabar membesarkanku hingga sebesar ini, dengan sabar dan penuh keikhlasan engkau mengajariku, mengaji, membaca, menulis, berhitung, bernyanyi, menggambar dan memberikan “nilai-nilai” kehidupan sebelum aku masuk dunia pendidikan. Berbagai nasehat terlontar, kadang aku dimarahi dan aku baru sadar itu bentuk rasa sayang sekaligus rasa takut kelak aku jatuh ke jurang gelap.

Jadi ingat juga, saat bapak masih tugas di pedalaman Papua, engkau selain sebagai ibu, sebagai teman, juga harus berperan sebagai bapak.

Begitu istimewanya engkau, akan selalu jadi muara baktiku…
Semoga Allah meridhai untuk masuk surga dari pintu-pintu yang engkau kehendaki…
Semoga calon ibu anak-anakku kelak, seperti engkau bahkan lebih 🙂

Begitu istimewanya engkau, bahkan Allah mememerintahkan untuk menghormati dan memuliakanmu. Itulah wanita yang berperan sebagai Ibu yang senantiasa dihormati dan menjadi muara bakti anaknya :

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sering mengingatkan dengan sabda sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita. Di antara sabdanya:
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)
Dr. Abdul Qadir Syaibah berkata, “Begitulah kemudian dalam undang-undang Islam, wanita dihormati, tidak boleh diwariskan, tidak halal ditahan dengan paksa, kaum laki-laki diperintah untuk berbuat baik kepada mereka, para suami dituntut untuk memperlakukan mereka dengan makruf serta sabar dengan akhlak mereka.” (Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 10-11)

Dan laki-laki yang berperan sebagai suami harus dihormati dan ditaati oleh isterinya. ganjaran luar biasa bagi yang taat kepada suaminya adalah :

“Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki.”
(Riwayat Ahmad dan Thabrani)

Emansipasi wanita, antara wanita dengan laki-laki sama tingkatannya tetapi tetap beda peran.

SELAMAT HARI KARTINI, UNTUK SEMUA WANITA INDONESIA YANG BEGITU ISTIMEWA

Advertisements

Penjelasan Imiah Mengapa Malam Lailatul Qadar Lebih Mulia Dari 1000 Bulan

Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?
Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan. Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18.

Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari).Saat badai radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).

Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak.

Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak.
Umat muslim dianjurkan puasa sunnah 3 hari “shaumul biidh” pada saat terang bulan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriyah dan menghidupkan malam-malamnya.Tingkat radiasi bervariasi 0-100,000 dan di skala S1-S5 oleh NOAA.

Berdasarkan pengamatan, radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 terjadi 10 kali dalam satu siklus 11 tahunan, atau terjadi setiap 13 bulan sekali. Radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 ini digolongkan dalam skala S3, dan mulai berbahaya bagi manusia sebesar 1 chest x-ray.
Radiasi dengan siklus 11,7 bulan (1 tahun hijriyah) adalah sebesar 800 MeV particles s-1 ster-1 cm-2.

Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qadr 97:3)

Building Block …

-Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama
-Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr
-Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan
-Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan

Itulah sebabnya…

  • Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.
  • Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.
  • Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.
  • Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan
  • Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr

Energi ekstra untuk pembelajaran di bulan Ramadhan…

  • Untuk bisa mengaji malam Ramadhan dibutuhkan energi ekstra
  • Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi
  • Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makanan
  • Energi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari

Three in One di bulan Ramadhan…

  • Efektif memahami Al Quran di malam hari
  • Detoksifikasi dan Manajemen Energi di siang hari
  • Kembali fitrah setelah berpuasa 28 hari berturut-turut
  • Manfaatkan malam-malam Ramadhan…

Untuk dapat dengan mudah memahami makna kehidupan secara komprehensif dan benar, manfaatkan keenceran otak di kesunyian malam Lailatul Qadr
Untuk mendapat pemahaman lebih luas, malam-malam di sekitar Lailatul Qadr juga oke (10 malam terakhir Ramadhan)

Lebih oke lagi kalau dimulai malam pertama Ramadhan, mumpung siangnya berpuasa, Hasil renungan malam ini harus dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nikmat hidup akan diperoleh jika kita berkontribusi positif kepada kehidupan dunia dengan berserah diri kepadaNya
Nikmat kehidupan akhirat akan diperoleh bila kita mampu selalu menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia

Sumber 

HIKMAH RAMADHAN DAN KEAJAIBAN LAILATUL QADAR

Munculnya malam Lailatul Qadar itu di malam-malam ganjil 10 hari terakhir pada Banyak sekali kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada hamba-Nya 1000 bulan untuk amal-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini.

KEAJAIBAN LAILATUL QODAR

Malam lailatul qodar lebih baik dari seribu bulan. . kedudukan dan kemuliaannya yang sangat banyak dari kebaikan dan kelebihan dari 1000 bulan.ketaatan

BERBURU LAILATUL QADAR

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah satu malam yang paling dan ibadah didalamnya menyerupai 1000 bulan yang bukan Lailatul Qadar. Atau menerima mimpi didalam tidur, atau berlaku (karamah) keajaiban yang luar

Malam Nuzulul Qur’an – Sahabat Pustakers, pada kesempatan kali ini Pustaka Menurut Sheikh Abdul Khaliq Al-Sharrif bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar akan Atau menerima mimpi didalam tidur, atau berlaku (karamah) keajaiban yang luar biasa. yang sangat banyak dari kebaikan dan kelebihan dari 1000 bulan.

MENCARI MALAM 1000 BULAN (LAILATUL QADR)

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah adanya satu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan yaitu Lailatul Qadr. Apakah sebenarnya Lailatul

LAILATUL QADAR, KEISTIMEWAAN MALAM SERIBU BULAN

Salah satu keistimewaan pada bulan Ramadhan adalah adanya satu malam yang paling nilai pahala yang lebih baik dari pada 1000 bulan ( Kira-kira 83 tahun 4 bulan ). Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar atau malam ketetapan adalah satu . Fakta dan Keajaiban dibalik kelezatan Qurma • KEUTAMAAN BERPUASA

FAKTA ILMIAH KENAPA 1 MALAM LAILATUL QODAR LEBIH MULIA DARI 1000
Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (QS Al Qadr 97:3). LQ – 1000 bulan. Building Block …

KEAJAIBAN LAILATUL QODRI

Sebab, kita lebih mengenal dengan Lailatul Qodar. Terlepas dari itu, tahukah kita keistimewaan Lailatul Qodri? Qur’an diturunkan; Malam ini adalah malam yang berbarokah; Malam ini adalah malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan

KEISTIMEWAAN MALAM LAILATUL QADR

Simak baik-baik pembahasan tentang keistimewaan malam lailatul qadr di Allah SWT untuk mendapatkan malam yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan. 7 keajaiban dunia, langit ke 7, 7 Ayat Al-fatihah, 7 hari, pusing 7 keliling,

DOA MALAM LAILATUL QADAR

Menanti Malam 1000 bulan 2. jangan lupa mampir: Download Audio: Bedah Buku Keajaiban Lailatul Qadr (Ust. Dzulqornain) [Maros, . Tabligh Umum dan Kajian Ilmiyah : MENGENAL KEUTAMAAN DAN KEISTIMEWAAN SAHABAT NABI

TANDA-TANDA MALAM LAILATUL QADAR

Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang malam lailatul qadar malam yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan. Keajaiban Angka di dalam Al-Quran • Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

– Temuilah malam Lailatul qadr di malam ganjil pada sepuluh malam terakhir .. 1000 bulan itu kalau dibagikan kira-kira 83 tahun, itu hadiah untuk seluruh . Banyak dari kalangan manusia yang mempunyai kelebihan harta, tetapi . akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan.

MENGUNGKAP RAHASIA PUASA (2)

(Al-Qadr 1-5) Keistimewaan bulan Ramadhan disebut juga bulan suci karena pada bulan itu Allah Jadi kalau ada yang menharapkan ketemu malam Lailatul Qadar yang termasuk malam istimewa karena lebih baik dari 1000 bulan,itu Durhaka Terhadap Orang Tua & Durhaka Terhadap Suami • Keajaiban & Misteri Laut

KEISTIMEWAAN-KEISTIMEWAAN LAILATUL QODRI

1 hari yang lalu – Keistimewaan-keistimewaan Lailatul Qodri Pada malam ini Al Qur’an diturunkan Malam ini adalah malam yang berbarokah Malam ini adalah malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan Para malaikat Download Kajian Audio: KEAJAIBAN LAILATUL QODRI Sebab, kita lebih mengenal dengan Lailatul Qodar.

Ketahuilah bahwa di antara keutamaan bulan Ramadhan yang agung nan Suatu hidangan yang tidak pernah putus keajaiban-keajaibannya, tidak dunia pada malam yang terbaik, malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan).

APA ITU MALAM LAILATUL QADAR

Malam lailatul qadar juga, lebih dikenali sebagai malam seribu bulan(1000 bulan). Seribu bulan Inilah kelebihan dan kematangan akal bagi yang mendapat malam lailatul qadar (malam seribu bulan). Menyibak Keajaiban Dibalik Wudhu Mungkin kalau memang rezeki, kita bisa mendapatkan Malam Lailatul Qadar berikut sampai 1000 bulan untuk amal-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini. Suatu hal yang perlu diperhatikan mengenai keistimewaan malam
Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah adanya satu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan yaitu Lailatul Qadr. Seribu bulan setara dengan 83
Maksudnya malam lailatul qodar lebih baik dari seseorang dari Bani Isra’il yang berjihad di Laki-laki tersebut melakukan hal demikian selama 1000 bulan.
pada waktu malam malam terakhir (Lailatul Qadar) di bulan Ramadhan, pahalanya dilipatgandakan dengan 1000 bulan dibanding dengan beribadah di bulan lainya, begitu pula . y.p.hawant on Keajaiban matematika dalam Al…

 

 

 

Tingkatan Islam, Tingakatan Iman Dan Tingkatan Ihsan

“Tingkatan Islam, Tingakatan Iman Dan Tingkatan Ihsan” ketegori Muslim.

Tingkatan Islam, Tingakatan Iman Dan Tingkatan Ihsan

Kategori Mabhats

Jumat, 12 Maret 2004 22:19:08 WIB

TIGA LANDASAN UTAMA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab
Bagian Ketiga dari Empat Tulisan [3/4]

MENGENAL ISLAM

Islam, ialah berserah diri kpd Allah dgn tauhid dan tunduk kpd-Nya dgn penuh kepatuhan akan segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari peruntukan syirik dan orang-orang yg beruntuk syirik.

Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut, mempunyai tiga tingkatan, yaitu : Islam, Iman dan Ihsan, masing-masing tingkatan mempunyai rukun-rukunnya.

I. Tingkatan Islam

Adapun tingkatan Islam, rukun ada lima :

[1] Syahadat (pengakuan dgn hati dan lisan) bahwa “Laa Ilaaha Ilallaah” (Tiada sesembahan yg haq selain Allah) dan Muhammad ialah Rasulullah.
[2] Mendirikan shalat.
[3] Mengeluarkan zakat.
[4] Shiyam pada bulan Ramadhan.
[5] Haji ke Baitullah Al-Haram.

[1]. Dalil Syahadat.

Firman Allah Ta’ala.
“Arti : Allah menyatakan bahwa tiada sesembahan (yg haq) selain Dia, dgn senantiasa menegakkan keadilan (Juga menyatakan demikian itu) para malaikat dan orang-orang yg berilmu. Tiada sesembahan (yg haq) selain Dia. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. [Al-Imraan : 18]

“Laa Ilaaha Ilallaah”‘ arti : Tiada sesembahan yg haq selain Allah.

Syahadat ini mengandung dua unsur : menolak dan menetapkan. “Laa Ilaaha”, ialah menolak segala sembahan selain Allah. “Illallaah” ialah menetapkan bahwa penyembahan itu ha untuk Allah semata-mata, tiada sesuatu apapun yg boleh dijadikan sekutu didalam penyembahan kpd-Nya, sebagaimana tiada sesuatu apapun yg boleh dijadikan sekutu di dalam kekuasaan-Nya.

Tafsiran syahadat tersebut diperjelas oleh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Arti : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kpd bapak dan kpd kaum : ‘Sesungguh aku menyatakan lepas dari segala yg kamu sembah, kecuali Tuhan yg telah menciptakan-ku, krn sesungguh Dia akan menunjuki’. Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yg kekal pada keturunan supaya mereka senantiasa kembali (kpd tauhid)”. [Az-Zukhruf : 26-28]

“Arti : Katakanlah (Muhammad) : ‘Hai ahli kitab ! Marilah kamu kpd suatu kalimat yg tdk ada perselisihan antara kami dan kamu, yaitu ; hendaklah kita tdk menyembah selain Allah dan tdk mempersekutukan sesuatu apapun dgn-Nya serta janganlah sebagian kita menjadikan sebagian yg lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kpd mereka :’Saksikanlah, bahwa kami ialah orang-orang yg muslim (menyerahkan diri kpd Allah)”. [Ali ‘Imran : 64]

Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad ialah Rasulullah.

Firman Allah Ta’ala.

“Arti : Sungguh, telah datang kpdmu seorang rasul dari kalangan kamu sendiri, terasa berat oleh penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasihan lagi penyayg kpd orang-orang yg beriman”. [At-Taubah : 128]

Syahadat bahwa Muhammad ialah Rasulullah, berarti : mentaati apa yg diperintahkannya, membenarkan apa yg diberitakannya, menjauhi apa yg dilarang serta dicegahnya, dan menyembah Allah ha dgn cara yg disyariatkannya.

[2]. Dalil Shalat dan Zakat serta tafsiran Tauhid.

Firman Allah Ta’ala.
“Arti : Padahal mereka tdklah diperintahkan kecuali supaya beribadah kpd Allah, dgn memurnikan ketaatan kpd-Nya lagi bersikap lurus, dan supaya mereka mendirikan Shalat serta mengeluarkan Zakat. Demikian itulah tuntunan agama yg lurus”. [Al-Bayyinah : 5]

[3]. Dalil Shiyam

Firman Allah Ta’ala.
“Arti : Wahai orang-orang yg beriman ! Diwajibkan kpd kamu untuk melakukan shiyam, sebagaimana telah diwajibkan kpd orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. [Al-Baqarah : 183]

[4]. Dalil Haji.

Firman Allah Ta’ala.
“Arti : Dan ha untuk Allah, wajib bagi manusia melakukan haji, yaitu (bagi) orang yg mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yg mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguh Allah Maha tdk memerlukan semsesta alam”. [Al ‘Imran : 97)]

II. Tingkatan Iman.

Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yg paling tinggi ialah syahadat “Laa Ilaaha Ilallaah”, sedang cabang yg paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu ialah salah satu dari cabang Iman.

Rukun Iman ada enam, yaitu :

[1] Iman kpd Allah.
[2] Iman kpd para Malaikat-Nya.
[3] Iman kpd Kitab-kitab-Nya.
[4] Iman kpd para Rasul-Nya.
[5] Iman kpd hari Akhirat, dan
[6] Iman kpd Qadar, yg baik dan yg buruk. (Qadar : takdir, ketentuan Ilahi. Yaitu : Iman bahwa segala sesuatu yg terjadi di dalam semesta ini ialah diketahui, dikehendaki dan dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala).
Dalil keenam rukun ini, firman Allah Ta’ala.

“Arti : Berbakti (dari Iman) itu bukanlah sekedar menghadapkan wajahmu (dalam shalat) ke arah Timur dan Barat, tetapi berbakti (dan Iman) yg sebenar ialah iman seseorang kpd Allah, hari Akhirat, para Malaikat, Kitab-kitab dan Nabi-nabi…” [Al-Baqarah : 177]

Dan firman Allah Ta’ala.

“Arti : Sesungguh segala sesuatu telah Kami ciptakan sesuai dgn qadar”. [Al-Qomar : 49]

III. Tingkatan Ihsan.

Ihsan, rukun ha satu, yaitu :

“Arti : Beribadah kpd Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tdk melihat-Nya, maka sesungguh Dia melihatmu”. [Pengertian Ihsan tersebut ialah penggalan dari hadits Jibril, yg dituturkan oleh Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu, sebagaimana akan disebutkan]

Dalilnya, firman Allah Ta’ala.

“Arti : Sesungguh Allah bersama orang-orang yg bertakwa dan orang-orang yg beruntuk ihsan”. [An-Nahl : 128]

Dan firman Allah Ta’ala.

“Arti : Dan bertakwallah kpd (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayg. Yang melihatmu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yg sujud. Sesunnguh Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. [Asy-Syu’araa : 217-220]

Serta firman-Nya.

“Arti : Dalam keadaan apapun kamu berada, dan (ayat) apapun dari Al-Qur’an yg kamu baca, serta pekerjaan apa saja yg kamu kerjakan, tdk lain kami ialah menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya”. [Yunus : 61]

Adapun dalil dari Sunnah, ialah hadits Jibril[1] yg masyhur, yg diriwayatkan dari ‘Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu.

“Arti : Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul ke arah kami seorang laki-laki, sangat putih pakaiannya, hitam pekat rambutnya, tdk tampak pada tubuh tanda-tanda sehabis dari bepergian jauh dan tiada seorangpun di antara kami yg mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dgn menyandarkan kelutut pada kedua lutut beliau serta meletakkan kedua telapak tangan di atas kedua paha beliau, dan berkata : ‘Ya Muhammad, beritahulah aku tentang Islam’, maka beliau menjawab :’Yaitu : bersyahadat bahwa tiada sesembahan yg haq selain Allah serta Muhammad ialah Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melakukan shiyam pada bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah jika kamu mampu untuk mengadakan perjalanan ke sana’. Lelaki itu pun berkata : ‘Benarlah engkau’. Kata Umar :’Kami merasa heran kpdnya, ia berta kpd beliau, tetapi juga membenarkan beliau. Lalu ia berkata : ‘Beritahulah aku tenatng Iman’. Beliau menjawab :’Yaitu : Beriman kpd Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari Akhirat, serta beriman kpd Qadar yg baik dan yg buruk’. Ia pun berkata : ‘Benarlah engkau’. Kemudian ia berkata : ‘Beritahullah aku tentang Ihsan’. Beliau menjawab : Yaitu : Beribadah kpd Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tdk melihat-Nya, maka sesungguh Dia melihatmu’. Ia berkata lagi. Beritahulah aku tentang hari Kiamat. Beliau menjawab : ‘Orang yg dita tentang hal tersebut tdk lebih tahu dari pada orang yg bertanya’. AKhir ia berkata :’Beritahulah aku sebagian dari tanda-tanda Kiamat itu’. Beliau menjawab : Yaitu : ‘Apabila ada hamba sahaya wanita melahirkan tuan dan apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna melarat lagi, pengembala domba saling membangga-banggakan diri dalam membangun bangunan yg tinggi’. Kata Umar : Lalu pergilah orang laki-laki itu, semantara kami berdiam diri saja dalam waktu yg lama, sehingga Nabi berta : Hai Umar, tahukah kamu siapakah orang yg berta itu ? Aku menjawab : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau pun bersabda : ‘Dia ialah Jibril, telah datang kpd kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian”. [2]

[Disalin dari buku Tiga Landasan Utama, Oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab hal 18-26, Kementrian Urusan Islam, Waqaf, Da’wah dan Penyuluhan Urusan Penerbitan dan Penyebarab Kerajaan Arab Saudi]
________
Fote Note.
[1] Disebut hadits jibril, krn jibril-lah yg datang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dgn menanyakan kpd beliau tentang, Islam, Iman dan masalah hari Kiamat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pelajaran kpd kaum muslimin tentang masalah-masaalah agama.
[2]. [Hadits Riwayat Muslim dalam Shahihnya, kitab Al-Iman, bab 1, hadits ke 1. Dan diriwayatkan juga hadits dgn lafadz seperti ini dari Abu Hurairah oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al-Iman, bab 37, hadits ke 1.

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=460&bagian=0

Sumber Tingkatan Islam, Tingakatan Iman Dan Tingkatan Ihsan :http://alsofwah.or.id