Hari Kartini : Karena Wanita Begitu Istimewa

Eko & Mama

Eko Sudarmakiyanto masa kecil dengan Ibu di Pasir Putih Wamena, di Pike dekat Kurulu

Untuk seorang wanita yang selalu aku sayang yang selalu menjadi inspirasiku, satu-satunya wanita yang bilang aku laki-laki terganteng di dunia, paling baik di dunia, dan termanis di dunia ini. Satu-satunya wanita yang memahami segala kelemahan dan kekuaranganku.

Seoarang yang dengan sabar membesarkanku hingga sebesar ini, dengan sabar dan penuh keikhlasan engkau mengajariku, mengaji, membaca, menulis, berhitung, bernyanyi, menggambar dan memberikan “nilai-nilai” kehidupan sebelum aku masuk dunia pendidikan. Berbagai nasehat terlontar, kadang aku dimarahi dan aku baru sadar itu bentuk rasa sayang sekaligus rasa takut kelak aku jatuh ke jurang gelap.

Jadi ingat juga, saat bapak masih tugas di pedalaman Papua, engkau selain sebagai ibu, sebagai teman, juga harus berperan sebagai bapak.

Begitu istimewanya engkau, akan selalu jadi muara baktiku…
Semoga Allah meridhai untuk masuk surga dari pintu-pintu yang engkau kehendaki…
Semoga calon ibu anak-anakku kelak, seperti engkau bahkan lebih🙂

Begitu istimewanya engkau, bahkan Allah mememerintahkan untuk menghormati dan memuliakanmu. Itulah wanita yang berperan sebagai Ibu yang senantiasa dihormati dan menjadi muara bakti anaknya :

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sering mengingatkan dengan sabda sabdanya agar umat Islam menghargai dan memuliakan kaum wanita. Di antara sabdanya:
“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)
Dr. Abdul Qadir Syaibah berkata, “Begitulah kemudian dalam undang-undang Islam, wanita dihormati, tidak boleh diwariskan, tidak halal ditahan dengan paksa, kaum laki-laki diperintah untuk berbuat baik kepada mereka, para suami dituntut untuk memperlakukan mereka dengan makruf serta sabar dengan akhlak mereka.” (Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 10-11)

Dan laki-laki yang berperan sebagai suami harus dihormati dan ditaati oleh isterinya. ganjaran luar biasa bagi yang taat kepada suaminya adalah :

“Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki.”
(Riwayat Ahmad dan Thabrani)

Emansipasi wanita, antara wanita dengan laki-laki sama tingkatannya tetapi tetap beda peran.

SELAMAT HARI KARTINI, UNTUK SEMUA WANITA INDONESIA YANG BEGITU ISTIMEWA

2 thoughts on “Hari Kartini : Karena Wanita Begitu Istimewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s