Bab VI Emosi dan Mood

Perhatian PO pada Topik Emosi

  • PO hanya memberi sedikit perhatian pada topik ini
  • Dua alasannya: mitos rasionalitas dan keyakinan bahwa segala bentuk emosi bersifat mengganggu
  • Mitos rasionalitas: manajemen ilmiah (organisasi yang baik adalah dijalankan dengan tanpa frustasi, kemarahan dan rasa benci). Emosi bukanlah hal yang rasional

Apakah Afek, Emosi dan Suasana Hati itu?

  • Afek: beragam perasaan yang dialami seseorang
  • Emosi: perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu
  • Suasana hati: perasaan yang cenderung kurang intens dibandingkan emosi dan seringkali tanpa rangsangan kontekstual

Kumpulan dasar Emosi

  • Emosi mencakup: rasa marah, jijik, antusias, iri, takut, frustasi, kecewa, malu, bahagia, benci, berharap, cemburu, gembira, cinta, bangga, terkejut dan sedih
  • Rene Descartes (pendiri filsafat modern) menyebutkan 6 nafsu sederhana dan primitif yaitu rasa kagum, cinta, benci, hasrat, gembira dan sedih

Beberapa Aspek Emosi

  • Biologi emosi: semua emosi berasal dari sistem limbik otak (emosi positif jika sistem limbik tidak aktif, dan sebaliknya)
  • Intensitas: kepribadian menjadi penyebab perbedaan intensitas emosi
  • Frekuensi dan durasi
  • Rasionalitas dan emosi

Suasana hati sebagai Afek Positif dan Negatif

  • Afek positif: dimensi suasana hati yang terdiri dari atas emosi-emosi positif spesifik, seperti kesenangan, ketenangan, dll pada ujung yang tinggi dan kebosanan, kemalasan dan kelelahan di ujung yang rendah.
  • Afek negatif: dimensi suasana hati yang terdiri dari atas kegugupan, stres dan kegelisahan pada ujung tinggi dan relaksasi, ketenangan, keseimbangan pada ujung rendah

Sumber-sumber Emosi dan Suasana Hati

  • Kepribadian: memberikan kecenderungan kepada orang untuk mengalami suasana hati dan emosi tertentu
  • Hari dalam seminggu dan waktu dalam sehari
  • Cuaca,stres,aktivitas sosial, tidur, olah raga, usia dan gender

Kerja Emosional

  • Kerja emosional: situasi dimana seorang karyawan mengekspresikan emosi yang diinginkan secara organisasional selama hubungan antarperonal di tempat kerja
  • Konsep kerja emosional muncul dari penelitian atas pekerjaan terkait dengan  pelayanan (pramugari, CS, teller, dll)

Felt and displayed Emotion

  • Felt emotion: emosi sebenarnya yang dirasakan
  • Displayed emotion: emosi yang diharuskan organisasi (ekspresi kegembiraan runner-up di kontes kecantikan)

Teori peristiwa afektif

  • Model yang menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa di tempat kerja menyebabkan reaksi emosional di bagian karyawan, yang kemudian mempengaruhi sikap dan perilaku di tempat kerja
  • Peristiwa kerja (konflik, klik)  di tempat kerja bisa mempengaruhi sejumlah variabel  kinerja dan kepuasan (OCB, komitmen, turnover, etc.)

Kecerdasan Emosi (EI)

  • EI terdiri dari lima dimensi: kesadaran diri (sadar atas apa yang dirasakan), manajemen diri (kemampuan mengelola emosi), motivasi diri, empati (kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain) dan ketrampilan sosial (kemampuan menangani emosi orang lain)

Kasus medukung EI

  • Daya tarik intuitif (adalah baik memiliki lima dimensi EI)
  • EI meramalkan kriteria yang penting (penelitian: EI yang tinggi berpengaruh pada kinerja)
  • EI berbasis biologis (orang dengan kerusakan neurologi memiliki nilai lebih rendah pada EI dibandingkan yang sehat

Kasus menentang EI

  • EI adalah sebuah konsep yang samar (tidak jelas apa yang dimaksud EI, apakah EI suatu kecerdasan)
  • EI tidak bisa diukur: beberapa tes memang memiliki jawaban benar dan salah, meskipun validitas pertanyaannya masih diragukan)
  • Validitas EI masih dipertanyakan (belum banyak riset)

Aplikasi PO terhadap Emosi dan Suasana Hati

  • Seleksi: semakin banyak pemberi kerja mulai menggunakan ukuran EI dalam rekrutmen (menambah kriteria seleksi)
  • Pengambilan keputusan: bukti terkini menyatakan orang-orang yang tertekan membuat keputusan yang lebih buruk dibanding orang yang bahagia
  • Kreativitas: orang-orang yang berada dalam suasana hati yang baik lebih kreatif dibandingkan orang-orang dalam suasana hati sebaliknya.
  • Motivasi: organisasi yang mempromosikan suasana hati positif di tempat kerja lebih berkemungkinan mempunyai angkatan kerja yang termotivasi
  • Kepemimpinan: para pemimpin yang efektif mengandalkan daya tarik emosional untuk membantu menyampaikan pesan-pesan mereka
  • Konflik antar personal: manajer yang mengabaikan elemen-elemen emosional dalam konflik serta hanya fokus pada hal-hal yang bersifat rasional, kemungkinan tidak bisa meyelesaikan konflik
  • Negosiasi: beberapa penelitian menunjukkan bahwa negosiator yang pura-pura marah memiliki keuntungan ats lawannya
  • Pelayanan pelanggan:  keadaan emosional seseorang mempengaruhi pelayanan pelanggan
  • Sikap kerja: beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mempunyai hari baik di tempat kerja cenderung berada dalam suasana hati yang lebih baik di rumah pada malamnya
  • Orang yang mengalami hari penuh tekanan di tempat kerja cenderung kesulitan untuk rileks setelah pulang ke rumah
  • Perilaku menyimpang di tempat kerja: Emosi negatif dapat membawa sejumlah perilaku menyimpang di tempat kerja (iri hati, rasa benci, dll sesama pekerja)

Bagaimana para manajer mempengaruhi suasana hati

  • Manajer dapat meningkatkan suasana hati karyawannya dengan: memutar sebuah klip video yang lucu, mengajak makan dalam suasana yang santai, penghargaan kecil sebagai apresiasi kinerja karyawan, humor.
  • Sebuah riset: ketika susana hati pemimpin baik, anggota kelompok menjadi lebih positif dan bisa kerja sama dengan baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s