Bab IV Konsep-Konsep Motivasi

Definisi dan Teori-Teori Motivasi

  • Definisi: proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan usaha untuk mencapai tujuan tertentu
  • Teori-teori motivasi: hierarki teori kebutuhan,teori X dan Y, teori dua faktor

Hierarki Teori Kebutuhan Maslow

  • Fisiologis:rasa lapar, haus,berlindung, seksual dan kebutuhan fisik lainnya
  • Rasa aman: rasa ingin dilindungi
  • Sosial: rasa kasih sayang, persahabatan
  • Penghargaan: penghormatan, pengakuan
  • Aktualisasi diri: pencapaian potensi diri

Teori X dan Y

  • Teori X: anggapan bahwa karyawan tidak suka bekerja, malas, tidak menyukai tanggungjawab dan harus dipaksa untuk berkinerja baik
  • Teori Y: anggapan bahwa karyawan suka bekerja, kreatif, mencari tanggungjawab dan berlatih mengendalikan diri

Teori Dua Faktor

  • Definisi: teori yang menghubungkan faktor-faktor intrinsik dengan kepuasan kerja dan mengaitkan faktor-faktor ekstrinsik dengan ketidakpuasan kerja
  • Faktor-faktor intrinsik: kemajuan, pengakuan, tanggungjawab dan pencapaian
  • Faktor-faktor ekstrinsik: pengawasan, imbalan kerja, kondisi kerja

Teori-Teori Motivasi KONTEMPORER

  • Teori kebutuhan McClelland: need for achievement, need for power dan need for affiliation
  • Need for achievement: dorongan untuk mencapai standar, target, berusaha keras agar berhasil
  • Need for power: dorongan untuk mempengaruhi orang lain melakukan hal serupa
  • Need for affiliation:dorongan untuk menjalin hubungan antarpersonal yang ramah dan akrab

Teori Evaluasi Kognitif

  • Definisi: pemberian penghargaan ekstrinsik untuk perilaku yang  sebelumnya memuaskan secara intrinsik cenderung mengurangi tingkat motivasi secara keseluruhan

Teori Goal-Setting

  • Teori ini menjelaskan bahwa agar seseorang berkinerja dengan baik maka diperlukan penentuan sasaran keberhasilan berupa target-target yang spesifik, disertai dengan umpan balik/feedback di setiap tahapan pekerjaan

Teori penguatan

  • Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan berperilaku dengan memperhatikan akibat-akibat dari perilakunya.
  • Agar seseorang berperilaku baik, kita harus memberikan konsekuensi yang baik (gaji, karir, tanggungjawab)
  • Agar seseorang tidak berperilaku yang buruk, kita perlu memberikan konsekuensi buruk jika ia melakukannya
  • Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan berperilaku tertentu karena ia mengharapkan sesuatu yang dianggap berharga yang dihasilkan dari perilakunya
  • Tiga elemen dasar teori ini: harapan, instrumentalitas dan valensi

Teori pengharapan

  • Harapan mengacu pada persepsi individu bahwa usaha akan menghasilkan kinerja
  • Instrumentalitas mengacu pada persepsi individu bahwa kinerja menghasilkan hal positif seperti kenaikan gaji atau hal negatif seperti kelelahan fisik
  • Valensi mengacu pada nilai individu yang melekat pada reward yang diterima seseorang

Ringkasan

  • Beberapa teori ditujukan pada penjelasan variabel dependen yang berbeda (turnover, produktivitas, dll)
  • Teori- teori di atas memiliki kekuatan prediktif yang berbeda sehingga upaya menilai kekuatan prediktif setiap teori penting dilakukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s