Bab III Kepribadian, Nilai, Persepsi dan Pengambilan Keputusan Individu

Kepribadian

  • Definisi: keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan beinteraksi dengan individu lain
  • Faktor-faktor penentu kepribadian: keturunan dan lingkungan
  • Sifat-sifat kepribadian:karakteristik yang sering muncul dan mendeskripsikan perilaku seorang individu

Dua Kerangka Kerja Sifat-sifat Kepribadian

  • Myers-Briggs Type Indicator: tes kepribadian yang menggunakan empat karakteristik dan mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian
  • Karakteristiknya meliputi: ekstraver versus introver, sensitif versus intuitif, pemikir versus perasa dan memahami versus menilai
  • Big five model: extraversion, agreebleness, conscientiousness dan emotional stability, openness to experience

Menilai Kepribadian

  • Terdapat tiga cara utama untuk menilai kepribadian: survei mandiri, survei peringkat oleh pengamat dan ukuran proyeksi
  • Survei mandiri diisi sendiri oleh individu, survei peringkat oleh rekan kerja, ukuran proyeksi dipandang tidak efektif sehingga jarang digunakan

Sifat Kepribadian Utama yang Mempengaruhi PO

  • Evaluasi diri inti, menyangkut dua elemen utama yaitu harga diri (self esteem) dan lokus kendali (locus of control), internal dan eksternal
  • Machiavellianisme: tingkat dimana seorang individu pragmatis, terkadang menghalalkan segala cara, yakin bahwa hasil lebih penting dari pada proses,
  • Narsisme: kecenderungan menjadi arogan, mempunyai rasa kepentingan diri yang tinggi, membutuhkan pengakuan yang berlebih dan mengutamakan diri sendiri
  • Pemantauan diri: kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal
  • Pengambilan risiko:individu memiliki keberanian yang berbeda-beda dalam mengambil risiko
  • Kepribadian tipe A: selalu bergerak, makan dengan cepat, tidak sabaran, sulit menikmati waktu luang, mengukur keberhasilan dalam bentuk jumlah/angka
  • Kepribadian tipe B: tidak pernah mengalami keterdesakan waktu, bersenang-senang, bisa santai tanpa merasa bersalah
  • Kepribagian proaktif: sikap yang cenderung berinisiatif, berani bertindak dan tekun hingga berhasil mencapai perubahan yang berarti

Nilai

  • Definisi: alasan dasar bahwa cara pelaksanaan/keadaan akhir tertentu lebih disukai secara sosial dibanding sebaliknya
  • Sistem nilai: sebuah hirarki yang didasarkan pada penggolongan nilai-nilai individu menurut intensitas mereka
  • Jenis-jenis nilai: nilai terminal (keadan/tujuan akhir yang diinginkan), nilai insrumental (cara yang disukai untuk mencapai nilai terminal)

Nilai Lintas Kultural (Kerangka Hofstede untuk Menilai Kultur

  • Power distance: kekuatan dalam organisasi tidak didistribusikan secara sama
  • Individualism versus collectivism
  • Masculinity versus femininity
  • Uncertainty avoidance
  • Long term versus short term orientation

Ringkasan dan implikasi untuk manajer

  • Kepribadian:mencari karyawan yang memiliki sikap kehati-hatian tinggi, begitu pula menyeleksi kandidat yang memiliki ekstraversi tinggi untuk posisi manajer mungkin bermanfaat
  • Nilai: pengetahuan mengenai sistem nilai seorang individu bisa memberi pandangan tentang apa yang memotivasi seseorang

Persepsi

  • Definisi: proses dimana individu menginterpretasikan kesan-kesan sensoris guna memberikan arti bagi lingkungannya
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi: faktor-faktor dalam diri si pemberi persepsi (sikap, motif, minat, pengalaman dan harapan), faktor-faktor dalam situasi ( waktu, keadaan kerja dan keadaan sosial), faktor dalam diri target (sesuatu yang baru, ukuran, suara, gerakan, dll)

Teori Hubungan

  • Definisi: usaha ketika individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal
  • Kesalahan hubungan mendasar: merendahkan pengaruh faktor eksternal dan meninggikan faktor internal ketika menilai perilaku orang lain
  • Bias pemikiran diri sendiri: menghubungkan keberhasilannya dengan faktor internal sementara menyalahkan faktor eksternal untuk kegagalan

Jalan Pintas yang sering Digunakan dalam Menilai Individu Lain

  • Persepsi selektif: menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat berdasarkan minat, latar belakang, pengalaman, dll.
  • Efek halo: membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik
  • Efek-efek kontras: evaluasi tentang karakteristik seseorang dipengaruhi oleh perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui, yang mendapat nilai tinggi/rendah untuk karakteristik yang sama
  • Proyeksi: menghubungkan karakteristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain
  • Pembentukan stereotip: menilai seseorang berdasarkan persepsi kelompok dimana ia bergabung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s