Bab II Dasar-Dasar Perilaku, Sikap dan Kepuasan kerja

Kemampuan

  • Kemampuan: kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan
  • Kemampuan intelektual: kemampuan untuk melakukan berbagai aktivitas mental, berpikir, menalar dan memecahkan masalah
  • Kemampuan fisik: kemampuan melakukan tugas yang membutuhkan stamina, ketrampilan, kekuatan dan karakteristik serupa

Karakteristik-Karakteristik Biografis

  • Buku teks ini pada dasarnya bertujuan menemukan dan menganalisis variabel-variabel yang berpengaruh pada produktivitas, kemangkiran, perputaran karyawan, penyimpangan, kewargaan dan kepuasan kerja
  • Karakteristik biografis adalah karakteristik perseorangan seperti usia, gender, ras dan masa jabatan yang diperoleh secara mudah dan obyektif dari arsip pribadi seseorang

Pembelajaran

  • Definisi pembelajaran: setiap perubahan perilaku yang relatif permanen, terjadi sebagai hasil dari pengalaman
  • Teori pembelajaran: pengondisian klasik,pengondisian operant, pembelajaran sosial
  • Pengondisian klasik: individu merespon beberapa stimulus yang tidak biasa dan menghasilkan respon baru
  • Pengondisian operant: perilaku sukarela yang diharapkan menghasilkan penghargaan atau mencegah suatu hukuman
  • Pembelajaran sosial: pandangan bahwa orang-orang dapat belajar melalui pengamatan dan pengalaman langsung

Sikap

  • Sikap merupakan penyataan sikap evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa.
  • Komponen sikap: kognitif (segmen opini atau keyakinan sikap), afektif (segmen emosional atau perasaan dari sikap) dan perilaku (niat berperilaku dengan cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu)

Apakah perilaku selalu mengikuti sikap?

  • Variabel-variabel pengait hubungan keduanya adalah pentingnya sikap, kekhususannya dan  aksesibilitasnya
  • Teori persepsi diri: sikap yang digunakan setelah melakukan sesuatu untuk memahami tindakan yang telah terjadi

Apakah sikap kerja yang utama

  • Kepuasan kerja: perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik-karakteristiknya
  • Keterlibatan pekerjaan: berpartisipasi secara aktif didalam suatu pekerjaan
  • Komitmen organisasional: tingkat sampai mana seorang karyawan memihak sebuah organisasi serta tujuan dan keinginannya untuk tetap dalam organisasi

Tiga dimensi komitmen organisasional

  • Komitmen afektif: perasaan emosional untuk organisasi dan keyakinan dalam nilai-nilainya untuk tetap di organisasi
  • Komitmen berkelanjutan: nilai ekonomi yang dirasa lebih menguntungkan untuk tetap bertahan di organisasi dibanding meninggalkannya
  • Komitmen normatif: komitmen untuk bertahan di organisasi karena alasan moral atau etis

Kepuasan kerja

  • Mengukur kepuasan kerja: metode penilaian tunggal dan penyajian akhir
  • Metode penilaian tunggal: sekedar meminta individu untuk merespons suatu pertanyaan (angka antara 1 sampai 5, sangat puas – sangat tidak puas)
  • Penyajian akhir aspek pekerjaan: menilai elemen-elemen penting dalam suatu pekerjaan  ( sifat pekerjaan, pengawasan, bayaran, peluang promosi, hubungan dengan rekan kerja)

Apakah yang Menyebabkan Kepuasan Kerja?

  • Hal-hal yang menyebabkan kepuasan kerja: pekerjaan itu sendiri, gaji/bayaran, promosi jabatan, pengawasan dan rekan kerja
  • Sebagian besar individu lebih menyukai kerja yang menantang dan membangkitkan semangat dibanding kerja rutin

Empat Respon Konsekuensi dari Ketidakpuasan

  • Keluar: ketidakpuasan diungkapkan melalui perilaku untuk meninggalkan organisasi untuk mencari yang dirasa lebih baik
  • Aspirasi: ketidakpuasan diungkapkan melalui usaha-usaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi
  • Kesetiaan: diungkapkan dengan aktif menunggu membaiknya kondisi
  • Pengabaian: diungkapkan dengan membiarkan kondisi memburuk

Hasil-hasil yang Spesifik dari Kepuasan Kerja

  • Kepuasan kerja dan kinerja: organisasi yang mempunyai karyawan yang lebih puas cenderung lebih efektif dibanding yang kurang puas
  • Kepuasan kerja dan OCB: karyawan yang puas tampaknya cenderung berbicara secara positif tentang organisasi, membantu individu lain, berbuat lebih dalam pekerjaannya
  • Kepuasan kerja dan kepuasan pelanggan: karyawan yang puas cenderung lebih ramah, ceria dan responsif. Hal ini disukai pelanggan
  • Kepuasan kerja dan kemangkiran
  • Kepuasan kerja dan  perputaran karyawan
  • Kepuasan kerja dan perilaku menyimpang di tempat kerja

Ringkasan dan Implikasi untuk Manajer

  • Manajer harus memperhatikan sikap para karyawannya karena sikap memberikan peringatan akan masalah-masalah potensial dan berpengaruh pada perilaku
  • Karyawan yang puas dan berkomitmen, memiliki tingkat turnover, kemangkiran dan perilaku penarikan diri yang lebih rendah. Mereka akan melakukan pekerjaannya dengan lebih baik
  • Hal-hal penting yang bisa dilakukan manajer untuk meningkatkan kepuasan karyawan adalah fokus pada bagian-bagian intrinsik pekerjaan (membuat kerja lebih menantang dan menarik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s