Tips Mendapatkan Jodoh

Mendapatkan pasangan hidup adalah impian setiap manusia. Karena pasangan hidup adalah belahan jiwa, tempat berbagi ketika susah dan senang, teman dalam perjuangan dan pelengkap setiap kebahagiaan.

Seringkali terjadi salah kaprah bahwa Allah SWT sudah menentukan dengan siapa kita akan menikah. Padahal begitu banyak dalil dan sunnah yang mengharuskan kita untuk memilih. Allah SWT menciptakan makhluknya berpasang-pasangan bukan berarti sepasang itu 2 orang. Akan tetapi yang dimaksud berpasang-pasangan adalah laki-laki dan perempuan, positif dan negatif, malam dan siang, jantan dan betina, dsb.

Menurut saya, jika dikatakan “jodoh kita” itu berarti mereka-mereka yang diizinkan Allah SWT memiliki kemungkinan untuk menikah dengan kita. Dan yang bukan jodoh, adalah mereka yang tidak dizinkan menikah dengan kita, walaupun kita memiliki hasrat dan cinta padanya serta semaksimal apapun usaha kita untuk mendapatkannya.

Mencari pasangan hidup, sebenarnya adalah upaya untuk menarik hati lawan jenis yang telah kita minati. Artinya ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu Minat dan Upaya untuk menarik hati. Kita bahas satu persatu.

1. Minat

Minat terhadap lawan jenis itu dipengaruhi oleh hasrat. Bila tumbuh rasa minat di hati kita terhadap seseorang untuk menjadi pasangan kita, itu berati telah tumbuh hasrat di hati kita kepadanya.

Nah… tingkat minat pada seseorang sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan pola hidup kita. Filosofinya begini, orang ketika pertama kali datang melihat kebun teh nan sejuk nan asri akan merasa takjub dan begitu menikmati suasana di situ. Namun ketika kunjungan untuk kedua kalinya, rasa takjub itu mulai hilang, tidak seperti ketika pertama kali melihat kebun teh. Sama halnya bila kita terbiasa melihat lawan jenis yang cantik atau tampan, mata kita akan terkalibrasi, membuat semakin tinggi standar cantik atau tampan bagi kita, karena semakin banyak perbandingan.

Lain halnya bagi mereka yang biasa melakukan ghadul bashar (menahan pandangan). Tidak banyak perbandingan, dan cantik atau tampan ditentukan lebih didasari karena kecocokan atau menarik hati, bukan karena perbandingan yang mengandalkan mata sebagai penentu.

Pernah mendengar hadits yang menyatakan:”Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah“…? Itu adalah sebuah pesan yang mengisyaratkan pada kita untuk tetap menjadikan Allah SWT sebagai acuan utama dalam menentukan pilihan. Mencintai karena Allah adalah berarti alasan-alasan yang dibangun dalam mencintai seseorang dipengaruhi oleh ketentuan-ketentuan yang Allah tetapkan, bukan didominasi oleh hawa nafsu semata.

2. Menarik Hati Lawan Jenis

Do’a setiap hari kita panjatkan dengan sungguh-sungguh sampai menitikan air mata, memohon datangnya pendamping hidup. Namun tak ada usaha yang kita lakukan untuk memenuhi syarat agar dipilih menjadi istri.

Menentukan pasangan hidup bukanlah hal yang mudah. Ia adalah kebutuhan, namun kita juga tidak bisa asal menentukan pilihan/menerima yang datang. Bagi laki-laki, keberhasilan memilih jodoh lebih banyak dipengaruhi oleh diri sendiri. Karena bagi wanita muslimah, wajah dan kekayaan adalah faktor kesekian. Yang dilihat dari seorang wanita terhadap laki-laki adalah sikap dan kematangan prilaku.

Lain halnya dengan wanita. Beruntunglah seorang wanita apabila ada laki-laki muslim yang beriman menyatakan keinginannya untuk meminangnya sebagai istri. Karena jumlah laki-laki jauh lebih sedikit dan jumlah yang sedikit itu cenderung pada wanita yang sama. Contoh kasus: Di sebuah organisasi Pemuda Masjid di Jakarta, laki-laki yang siap menikah ada 6 orang, sementara wanita yang siap menikah ada 22 orang. Ketika kenam laki-laki itu ditanya ingin proses menikah siapa, 4 orang diantaranya cenderung pada 1 orang wanita. Nah looo…

Ada beberapa hal yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya dalam menentukan pasangan hidup, yaitu:

1. Definisikan Diri Dengan Benar

Banyak Orang yang salah mendefinisikan diri sendiri. Dia gagal dalam menilai siapa dirinya dan harus bagaimana dia bertindak/berprilaku. Dampak dari kegagalan menilai diri sendiri adalah

– cara bicara atau menyampaikan sesuatu seringkali overact

berpakaian bukan karena kenyamanan melainkan karena berfigur dari model yang tidak tepat, ketika berjalan terlihat aneh dan berlebihan,

– sering petantang-petenteng

– volume suara sering kali keras pada saat yang tidak tepat

– sering tidak menyenangkan ketika diajak ngobrol. Karena tiapkali ngobrol dia cenderung ingin memamerkan kelebihan2nya daripada membahas topik yang dibicarakan.

Orang yang dapat mendefinisikan dirinya dengan benar, maka ia akan terlihat sebagai pribadi yang menyenangkan dan apa adanya, bukan klise atau dibuat-buat. Maka dia pun akan memiliki feel yang tepat ketika menilai orang lain yang cocok untuk dirinya.

2. Menilai Potensi dan Kualitas Diri Dengan Tepat

Salah menilai potensi diri menyebabkan orang tersebut menjadi orang sok. Berbeda yang pandai dengan orang yang sok pandai. Orang yang pandai dia berbicara dengan menggunakan kepandaianya, sedangkan orang sok pandai, berbicara dengan terkaan-terkaan tanpa makna dan dampak.

Orang yang salah menilai potensi diri, maka dia juga akan selalu salah menentukan pilihan-pilihan. Kesalahan itu timbul karena terlalu pede atau justru karena kurang pede. Yang terlalu pede akan selalu memilih yang high class yang terkadangh jauh dari jangkauannya, kecil kemungkinan untuk menerimanya. Yang kurang pede hanya butuh kesabaran lebih, karena dia masih bisa mendapatkan pasangan, namun jauh dibawah standar dirinya, hal ini dapat menimbulkan kekecewaan-kekecewaan setelah menikah.

Pernah dengar istilah pungguk merindukan bulan? Nah inilah yang terjadi bagi mereka yang over confidence. Dan pernah dengar Istilah Beauty n the beast? Nah kalau yang ini bisa sebagai analogi mereka yang kurang pede.

3. Memiliki Visi Hidup Yang Jelas

Setiap orang yang telah terbersit untuk menuju jenjang pernikahan, dia harus memantapkan lebih dahulu visi kehidupannya. Visi kehidupan itulah yang akan sangat menentukan kriteria pasangan seperti apa yang paling pantas menjadi pendamping kehidupan. Dengan begitu, pasangan akan menjadi pelengkap, bukan penghambat.

Semakin kuat dan bagus visinya, maka akan semakin mereduksi faktor fisik dalam menentukan pasangan. Pada hakikatnya, pasangan hidup adalah tempat anda berbagi dan rekan dalam mewujudkan visi hidup, maka yang dicari sebenarnya adalah mereka yang paling nyambung ketika membahas sesuatu, bersenda gurau, maupun menentukan pola hidup berumahtangga.

Jika kita mengandalkan mata untuk mencari pasangan, setelah menikahkah pun mata anda akan terus bekerja, karena anda akan selalu menemukan yang lebih cantik atau tampan sampai kapanpun. Kalau sudah begini, semakin sulit anda mempertahankan pasangan anda.

4. Fleksibel & Kompromis

Setiap orang memiliki jati diri (Self Esteem) dan nilai-nilai yang berbeda-beda. Hal inilah yang menentukan kriteria sempurna versi masing-masing. Namun sayangnya, ketika menentukan kriteria seringkali mengacu pada nilai-nilai kebaikan-kebaikan diri, sangat jarang yang menjadikan kekurangan diri sebagai bahan pertimbangan.

Manusia di dunia ini jumlahnya telah mencapai milyaran, dan setiap pribadi memiliki keunikan masing-masing. Dari sekian milyar itu, tentunya sangat jarang yang 100% memiliki kriteria yang anda tentukan. Jika ada, belum tentu orang tersebut mau menerima anda sebagai pasangannya.

Maka janganlah terlalu kaku, tentukan kriteria sesedikit mungkin dan itupun hal-hal yang krusial. Misalnya agama harus sama, tidak malu-maluin kalau diajak kondangan, WNI, dsb.

Yang justru dibutuhkan adalah Kompromistis, yaitu cara kita mempertimbangkan seseorang dengan melihat kekurangan dan kelebihannya secara proporsional. Artinya bisa saja seseorang itu memiliki kekurangan yang tidak kita kehendaki, namun memiliki kelebihan yang jauh lebih tinggi dari yang kita harapkan.

Mudah-mudahan Tips sederhana ini bisa memberikan gambaran dan memotivasi serta kemudahan dalam mencari menemukan pasangan hidup. Tulisan ini hanya wacana berdasarkan teori-teori empiris di lapangan. Jika ada hal-hal yang kurang tepat atau tidak sreg dihati, bisa kita diskusikan.

Wallahu a’lam bishowab.

R Ahmad Qudratu SQ, SE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s