Puasa Hendaknya Dimulai dengan Niat

Puasa hendaklah dimulai dengan niat. Tanpa niat puasa tidak syah. Hal ini sejalan dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW yang berbunyi: “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niat. Dan sesungguhnya tiap-tiap orang yang beramal itu ditentukan oleh apa yang ia niatkan”

Niat dalam menjalankan ibadah puasa ini adalah semata-mata karena Allah. Karena mengharap ridho dan kasih-Nya. Dengan kata lain bukan dikarenakan malu kepada tetangga atau kepada orang lain, dan bukan pula karena faktor politis dan sebagainya, akan tetapi dikarenakan oleh Allah semata. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 5 yang berbunyi:

وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة وذلك دين القيمة

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus” ( Q.S. Al-Bayyinah : 5 )

Apa itu niat ?

Kalau kita bicara tentang niat, kami kira sudah tidak ada lagi yang tidak tahu atau mengerti apa itu niat. Sebab niat itu sudah menjadi bahasa Indonesia dan sudah sering kita pakai sehari-hari. Namun demikian tidak ada salahnya kalau hal ini kita kaji kembali untuk menyegarkan ingatan. Niat adalah keinginan hati yang kemudian diiringi dengan perbuatan. Dalam bahasa Arab didefinisikan sebagai berikut:

“Menyengajakan sesuatu yang dibarengi dengan perbuatan”

Umpamanya, kita mempunyai keinginan untuk pergi ke salah satu tempat. Katakanlah ke Medan atau ke Surabaya. Kemudian keinginan tersebut kita iringi atau barengi dengan pelaksanaan, maka itulah yang dikatakan niat. Tapi andaikata tidak dibarengi dengan perbuatan atau pelaksanaan maka belum dikatakan niat. Yang demikian ini baru dikatakan angan-angan. Dalam bahasa Arab disebut dengan “Tamanni“. Demikian juga halnya dalam menjalankan ibadah puasa ini. Kalau kita sudah ada keinginan untuk mengerjakan puasa, kemudian kita laksanakan keinginan itu, maka sudah termasuk dengan apa yang disebut niat.

Menempatkan niat

Ada yang mengatakan niat puasa itu hendaklah dilakukan setiap malam bulan Ramadhan. Demikian pendapat Imam Syafi’i. Hal ini berdasarkan kepada salah satu hadist Nabi yang berbunyi:

“Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (Riwayat Malik

Kemudian ada hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Tarmidzi dan Nasa’i, yang berbunyi:

“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

Namun demikian, ada ulama yang mengatakan niat itu cukup sekali saja waktu awal Ramadhan atau waktu memulai puasa. Demikian pendapat Imam Maliki dan Imam Ahmad.

Kesimpulannya, niat itu harus ada, sebab tidak syah puasa kalau tidak pakai niat. Permasalahannya niat itu perlu dilapazdkan atau tidak ? Niat itu sebaiknya dilafadzkan, seandainya tidak dilafadzkan juga tidak apa-apa dan tetap syah puasanya. Mengenai waktu memasang niat itu sama saja.

Apakah itu pada awal Ramadhan atau setiap malam mau puasa.

Tambahan:

  1. Niat puasa adanya di dalam hati dan hukumnya wajib, sedangkan melapadz kannya (mengucapkan niatnya) sunah.
  2. Perbedaan antara puasa sunah dengan puasa wajib adalah pada waktu niatnya. Kalau puasa sunah lupa niat pada malam hari boleh saja niatnya pada pagi hari, asalkan belum makan/minum apa-apa, sedangkan puasa wajib pada bulan Ramadhan diniatkan pada malam hari atau sebelum fajar ketika makan sahur. Kalau niatnya sudah masuk fajar, menurut ilmu “Mantik” dan kitab ‘Ushul Fiqih “ghoyatul wushul” bukannya tidak ada puasa / puasanya tidak syah. Puasanya tetap syah, hanya nilainya jadi puasa sunah biasa. Sedangkan puasanya tetap harus diteruskan sebagaimana biasanya, tidak boleh dibatalkan. Nanti setelah Ramadhan puasanya harus diQodho (diganti dengan niat membayar puasa Ramadhan).
  3. Memasang niat sebaiknya pada malam awal Ramadhan kita niatkan puasa satu bulan penuh, sedangkan pada malam-malam berikutnya tetap kita niatkan setiap malam.

Keterangan:

* Niat puasa satu bulan seluruhnya adalah untuk menjaga-jaga takut ada yang lupa niat pada malam berikutnya.

* Niat puasa setiap malam Ramadhan adalah untuk menyegarkan atau memper baharui niat kita. Tapi walaupun seumpamanya kita lupa niat, kita tidak usah meng qodho-nya karena diawal Ramadhan kita sudah niat untuk seluruhnya.

Adapun bacaan niatnya sbb :

Untuk bacaan niat satu bulan penuh pada awal Ramadhan:

“Nawaitu shauma sahri romadhona kullihi” (Saya niat puasa pada bulan Ramadhan satu bulan seluruhnya).

Untuk niat puasa pada setiap malam:

“Nawaitu shauma ghodin ‘an adaai fardhi syahri romadhoni hadzihis-sanati lillahi ta’ala” (Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala)

Sumber tidak diketahui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s