Pengendalian Perasaan Hati Ketika Tak Sejalan

Pengendalian Perasaan Hati Ketika Tak Sejalan

Penulis : Didin Solihin ( Mahasiswa STIE Bank BPD Jateng Jurusan Manajemen )

Siapapun di dunia ini tentu pernah mengalami perasaan gelisah,cemas dan resah serta sedih.Yang membedakannya adalah bagaimana mereka menyikapi hadirnya persaan ini.Ada yang mampu mengendalikannya namun tidak jarang justru mereka di kendalikan oleh persaan tersebut,sehingga ia tenggelam di dalamnya.Apabila orang larut dalam perasaan ini tanpa bisa mengendalikannya,maka dia tidak akan pernah merasakan kesenangan sedikitpun.Perasaan ini hadir  boleh jadi karena ada suatu sebab yang kita ketahui secara pasti,namun tidak jarang pula hadir tanpa kita ketahui sebabanya secara pasti.Sehingga tidak jarang seseorang resah dan gelisah serta ingin menangis.Tapi yang pasti hadirnya perasaan ini terjadi karena berkurangnya  kasih sayang batin dari Allah kepada dirinya.

Penomena di era yang modern ini banyak sekali kejadian dari peristiwa-peristiwa remaja yang sangat menyimpang dari norma-norma yang ada,karena ada rasa iri terhadap seseorang  persaan itu terus- menerus meliputi bahkan seolah-olah tak bisa terbendung lagi.Hanya demi kesenangan semata seseorang bisa melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang ia ingginkan,saat ini pergaulan bebas remaja sangat marak terjadi dari berbagai kalangan pelajar,entah karena apa latar belakang mereka untuk melakukan itu namun meraka mengangap hal ini sebagai kesenangan yang dianggap sebagai jalan hidupnya.Terkadang ada dialog hati dari mereka yang sesaat sadar namun itu hanya terlintas beberapa saat saja,rasa ingin memiliki kesenangan dan hidup yang serba berkecukupan mereka rela melangkah di jalan yang tak semestinya harus dia lewati.Semua itu mungkin bukan hal semata yang menjadi latar belakang adanya sutu hal yang menjadi pemeran kuat mendukung perbutan dan tindakan yang  bukan semestinya dilakukan.

Bukan hanya kejadian itu saja,mengingat dari adanya peristiwa tersebut mungkin kita juga pernah merasakan kegelisahan yang tak pernah terduga,entah karena melihat seseorang yang memiliki kelebihan yang sangat istimewa dari kita atau karena faktor lain yang membuat kita merasakan dan menginginkan sesuatu  yang  serba mewah.Perasaan kita mungkin sangat gelisah ketika dihadapkan pada pilihan yang sangat berat untuk kita putuskan,bukan hanya rasa keinginan yang bisa di rasakan tapi kesaman hati yang harus dipadukan agar memperoleh keputusan yang tidak merugikan.

Pengendalian diri terhadap perasaan hati sangat di perlukan terutama untuk menjaga dan mengcontrol emosi yang meluap pada diri kita,sebisa mungkin kita harus menjaga dan membentenggi hal yang membawa kita kearah sisi negatif, jangan sampai kita terjerumus kedalam prasangka yang tidak baik sehingga merugikan diri kita.Ketika perasaan sudah tidak lagi memihak seseorang mungkin sudah tak lagi peduli tentang keadaan yang terjadi di sekelilingnya, butuh proses yang bisa menyadarkan untuk kembali menyelaraskan perasaan yang sudah terkikis oleh rasa kegelisan,kembali menyadarkan perasaan itu untuk sehingga akan menuju keadaan yang lebih baik.

Pilar pertama yang harus dilakukan untuk menghilangkan perasaan buruk adalah menepis  atau menghilangkan sebuah perasaan demi alasan kebenaran.Memang membuang atau menghilangkan sebuah perasaan termasuk sesuatu yang amat sulit bagi diri seseorang.Apalagi jika perasaan itu adalah suatu perasaan yang amat disukai dan kental serta melekat dalam hati sanubarinya.Namun demikian,suatu saat manusia akan di hadapkan pada  permasalahan yang mau tak mau dirinya dituntut untuk menghilangkan salah satu perasaan yang ada.Ketika tuntutan itu datang,maka sesesorang akan baik keadaannya selagi dirinya masih menepis atau menghilangkan perasaannya tersebut.Tapi apabila ia tidak punya kemampuan atau keberanian di dalam menepis dan menghilangkan perasaan ini,maka dirinya akan semakin terpuruk di dalam kaburukan.Adapun maksud dan tujuan dari perintah menghilangkan perasaan ini sebenarnya adalah agar seseorang itu sendiri bisa menjalalankan syari’at Allah dengan cara sempuna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s