Proses

Proses

Jalan hidup yang dilalui setiap orang tidak ada yang sama……..semua orang sudah digariskan hidupnya oleh Tuhan untuk menjalani proses yang membentuk hidup kita untuk lebih bijaksana, dewasa & berharap hanya kepada Tuhan.
Satu hal yang saya tahu, terkadang kita tidak pernah bersyukur buat apa yang kita alami. Kita selalu mengeluh dan bilang Tuhan tidak adil..Tuhan tidak sayang saya…….dan sebagainya yang intinya kita lebih banyak menyalahkan Tuhan, tanpa melihat ada apa dibalik semua peristiwa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita………….
Kali ini saya belajar banyak untuk terus mengucap syukur apapun yang terjadi dalam hidup saya…………
Hidup saya terbelit hutang mulai dari saya menikah dua tahun yg lalu sampai dengan hari ini saya masih mencicil hutang-hutang tersebut (yang kalau saya kisahkan di sini apa yg menjadi penyebab hutang tsb, akan sangat panjang)
Singkat kata saya sering mengalami stress karena hutang tersebut, terlebih dengan penghasilan saya & istri yg pas-pasan dan habis untuk membayar hutang, sehingga terkadang kami harus pintar-pintar gali lobang tutup lobang istilahnya untuk membiayai hidup sehari-hari karena, jujur, gaji kami berdua tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari dengan anak tiga dan hutang yg bertumpuk
Hingga satu hari saya memutuskan akan meminjam uang pada perusahaan tempat saya bekerja belum genap satu tahun. Pada saat saya menghadap pimpinan saya dan megatakan keperluan saya ingin meminjam uang sejumlah 1 juta, beliau bicara dengan keras bahwa kantor ini bukan bank dan kalau dia mulai meminjamkan kepada saya maka orang lain akan datang kepada dia untuk melakukan hal yang sama dll yang isinya begitu membuat saya malu & menangis di dalam hati.
Memang pada akhirnya dia memberikan pinjaman tersebut, dan saya tidak menyalahkan pimpinan saya atas semua perkatannya, cuma saya merasakan malu yang amat sangat dan merasa sepertinya saya gak layak menerima semua perkataan dia hanya untuk uang 1 juta.
Hampir saya membatalkan pinjaman saya kalau bukan karena teman kantor saya yang menasehati. Namanya kita sebut saja Lina, begitu saya keluar dari ruang pimpinan, saya menangis dalam hati. Melihat kesedihan saya karena kebetulan meja dia berdekatan dengan saya. Dan dia cuma berkata, ” Sudah, tiak usah dipikirkan. Kamu kan melakukan semua ini bukan untuk foya-foya, toh kamu melakukan semuanya untuk keperluan keluarga kamu dan kamu tidak berbuat salah. Mungkin ini memang saatnya kamu harus mengalami hal seperti ini ya sudah kamu jalani. Saya tahu bagaimana perasaan kamu, tapi selama kamu merasa tidak berbuat salah, jalani saja”
Saya sempat protes ” Saya malu Lina. Memang kamu pernah mengalami hal seperti ini ?”
” Semua orang pernah lagi mengalami PROSES seperti ini meskipun caranya berbeda-beda. Saya pernah mengalami dimana teman-teman saya mengumpulkan uang untuk operasi saya karena saya sudah tidak punya uang lagi”
” Operasi ? Operasi apa na ?”
Dia cuma tertawa dan dia berkata ” Saya pernah operasi tumor 2 kali. Sampai saat ini saya tidak pernah haid dan tidak bisa punya anak”
” Memang operasinya sebelum apa sesudah nikah (karena saya tahu dia punya anak perempuan 1)”
“Sebelum nikah”
” Loh, terus anak kamu yg sekarang ?”
” Dia saya adopsi 5 tahun yg lalu saya harus menjalani semua proses operasi & kemoterapi karena tumor tersebut. 2 kali saya harus mengalaminya karena ternyata setelah operasi pertama tumor tersebut tumbuh lagi & rahim saya harus diangkat”
Masih dengan tersenyum dia melanjutkan; “Ayah saya cukup berduit sebelum saya sakit, tapi semua habis setelah saya sakit. Malah pernah satu hari ketika saya sakit, pagi-pagi ayah saya tanya mau makan apa, saya bilang mau makan soto dan dia cuma bisa diam. Saya tanya kenapa? Dan dia jawab bahwa dia tidak punya uang. Ya sudah kita beli roti aja yg suka lewat di depan rumah. Soto harga 2500 perak, ayah saya tidak bisa membelikannya untuk saya yg sedang sakit. Dan seumur hidup saya baru hari itu saya lihat ayah saya menangis karena tidak bisa membelikan makan anaknya yg sakit.
Saya kembali menangis, bukan karena rasa malu saya lagi…tapi karena saya melihat ternyata ada yg pernah mengalami proses yg lebih sulit dari yg saya alami. Saya malu. Bukan karena omongan pimpinan saya, tapi karena menjadi cengeng atas hal yg ternyata kecil sekali dibandingkan dengan apa yang teman saya alami. Saya tidak pernah mengira bahwa teman saya yg selalu ceria ternyata pernah mengalami saat-saat yang begitu sulit.
Tapi ceritanya menyadarkan saya. Bahwa memang ada proses yang harus dijalankan oleh setiap orang di bumi ini. Bukan untuk mendatangkan kecelakaan tapi untuk mendatangkan hal-hal yang baik buat hidup kita selanjutnya kalau kita berhasil melalui proses tersebut dengan tegar.
Apapun yang anda alami, pandang itu sebagai proses menuju kebaikan yg sudah Tuhan sediakan buat anda. Coba lihat orang lain, dan mengucap syukur karena Tuhan selalu mengijinkan sesuatu terjadi tanpa melebihi kekuatan yang kita miliki, mengucap syukur karena Tuhan masih menyertai kita.
Semoga kisah nyata ini bisa menjadi berkat dan memberikan kekuatan kepada anda yang mungkin sedang mengalami masa-masa sulit………Tuhan mengasihi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s