Kekuatan Pengembangan Profesionalisme Kerja

Profesionalisme Kerja

Pengembangan profesionalisme kerja dapat dicapai dengan mengembangkan strength of knowledge, yaitu pengembangan profesionalisme melalui proses belajar secara berkesinambungan. Semua orang tahu bahwa kekuatan pengetahuan adalah suatu kekuatan dasar yang penting untuk dapat bekerja secara profesional. Oleh karena itu dengan semakin meningkatnya pengetahuan ktia maka semakin meningkat pula profesionalisme yang dapat kita perlihatkan. Dengan memiliki kekuatan tersebut, kita dapat memancarkan kekuatan diri dan memiliki kemampuan daya tangkap serta pemahaman mendalam menyangkut baik bidang kerja maupun pengetahuan secara global.

Kekuatan lain adalah strength of attitude, yaitu kekuatan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan profesionalisme melalui analisis diri dan pengembangan sikap kerja positif. Kekuatan ini dapat mendorong kita untuk selalu memperhatikan penampilan diri dalam pekerjaan sehari-hari, mempunyai sikap terbuka, terus terang dan penuh antusiasme.

Selanjutnya kita pun membutuhkan strength of action, yaitu suatu kekuatan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan profesionalisme kerjaa melalui sistem kerja yang lebih terpola, sesuai dengan etika yang berlaku dan memberikan hasil nyata. Hasil yang dapat dipetik dari pengembangan kekuatan ini adalah: kemampuan “melayani” orang dan “menyenangkan” orang lain

Pengembangan profesionalisme kerja selanjutanya dapat ditempuh melalui pembentukan jalinan kordinasi dan komunikasi vertikal dan horizontal secara bijaksana. Dengan demikian kita dapat mengembangkan strength of relationship.

Kekuatan lain adalah strength of trust and understanding. Kekuatan ini dapt dipergunakan dalam pengembangan profesionalisme kerja melalui pembentukan trust dan understanding secara vertikal, horizontal dan lateral, sehingga dengan demikian kita dapat memiliki kemampuan “memahami” perasaan orang lain dan memiliki perhatian mendalam terhadap lingkungan sekitar kita.

Kelima pola tersebut dapat dicapai melalui pola pengembangan sebagai berikut:

1. SELF OBERVATION & ANALYSIS
Mengidentifikasi dan menganalisis kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dalam melaksanakan peran strategis, teknis dan pendukung.
2. SELF PREPARATION
Mempersiapkan diri secara mental dan fisik untuk memulai perubahan.
3. SELF DETERMINATION
Membentuk keyakinan diri mengenai kapasitas atau kemampuan untuk berkembang.
4. SELF LEARNING
Belajar dari pengalam diri sendiri, dan dari pengalaman orang lain atau dari role model positif yang dimiliki.
5. SELF PLANNING
Merencanakan program peningkatan profesionalisme kerja.
6. SELF ACTION
Melaksanakan program peningkatan profesionalisme kerja secara konsisten.
7. SELF MONITORING
Melakukan monitoring progress dan evaluasi perbaikan selanjutnya.

Sumber : tulungagung.go.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s