Manajemen Cinta

Cinta adalah termasuk  motivator  yang kuat  dalam jiwa manusia.Dengan cinta manusia sanggup manahan penderitaan ataupun hidup susah,karena cinta itu menuntut pemiliknya untuk mengabdi kepada apa yang dicintainya.Dengan cinta itu pula manusia mau membela yang lemah.Cinta menjadikan sesuatu kelihatan lebih indah dari kenyataan sebenarnya.Cinta adalah anugerah yang indah dari Allah kepada para hamba-Nya,agar mereka lebih bisa merasakan nikmat dan manisnya suatu kesenangan yang Allah limpahkan kepada-Nya.
Namun demikian,apabila cinta dibiarkan begitu saja tanpa pernah diawasidan dikendalikan,bisa mengakibatkan hal buruk hal buruk bagi pemiliknya.Cinta selain bisa menjadikan seseorang menjadi mulia jika ia meletakanya ditempat yang benar,juga bisa menjadikannya lebih hina dari pada binatang yang hina sekalipun,yaitu ketika sipemilik cinta salahdidalam menempatkan cintanya.Kesalahan pertama bagi orang yang memiliki cinta adalah jika cintanya pada sesuatu mengalahkan cintanya kepada sang pemberi cinta itu sendiri,yaitu Allah SWT.
Oleh karena itu, bagi siapa saja yang memiliki cinta harus bisa menempatkannya pada tempat yang semestinnya .Pemilik cinta harus bisa mengendalikan cintanya, jangan sampai perasaa ini justru menyiksa batinnya.Dan perlu untuk kita ketahui adalah bahwa segala bentuk cinta itu sendiri sebenarnya akan berakhir dengan kesedihanbagi pemiliknya , kecuali cinta kepada Allah dan apa-apa yang dicintai oleh-Nya.Karena mau tak mau seseoarang pasti akan terpisah dengan apa yang dicintainya.Suatu saat masa pasti akan memisahkannya dalam waktu yang amat lama(kematian setiap insan),untuk itu sekarang siapakah gerangan orang yang bisa menghindar dari perpisahan ini?
Lain halnya kalau kita mencintai Allah,kematian bukanlah jalan perpisahan tapi justru jalan untuk berjumpa dengan Alllah secara langsung.Maka tiada jalan lain bagi seorang muslim yang memiliki perasaan cinta,kecuali memberikan cintanya hanya untuk Allah semata,termasuk didalamnya mencintai Rosul dan jihad dijalan-Nya serta mencintai segala sesuatu yang bisa mendatangkan kecintaan Allah pada dirinya.
Oleh karena itu, jika kita suatu saat kita diuji oleh-Nya ,sehingga kita mencintai sesuatu,maka kita harus bersikap pertengahan agar terhindar dari kesalahan di dalam mencintainya.Karena jika kita tidak bersikap pertengahan,maka cinta kita ini akan menjadikan kita celaka dua belas kali.Mengapa demikian?karena jika kita berlebihan didalam mencintai sesuatu bisa-bisa menjadikan kita buta didalam masalah cinta,sehingga kita mencintai mereka menyamai atau bahkan melebihi cinta kita kepada Allah,Rasullulah Saw,dan jihad dijala-Nya.Padahal kita telah dilarang mencintai sesuatu melebihi kecintaan kita kepadaAllah, Rasullulah dan jihad dijala-Nya.Bagaimanapun cinta kita pada sesuatu jangan sampai menyamai atau mengalahkan cinta kita kepada Allah,Rasullulah dan jihad dijala-Nya kalau tidak ingin celaka diakhirat kelak.

Perlu diingat pula bahwa hati manusia itu mudah sekali berubahnya laksana siang dan malam dari suatu yang saling bertolak belakang.Bisa jadi hari ini ia bisa mencintai kekasihnya ,tetapi dilain hati tidak ada didunia yang paling dia benci kecuali mantan orang yang paling ia cintai.menyadari sifat hati manusia yang demikian,maka saat kita diuji oleh Allahmencintai sesuatu atauyang ada didunia ini,kita harus bersikap pertengahan dang sedang-sedang saja.Hal ini agar terhindar dari cemoohanatau kebencian yangsangat berlebihan saat rasa cinta telah memudar atau pupus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s