Convergence Of International Financial Reporting Standards (IFRS) 2012

KONVERGENSI INTERNASIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD (IFRS) 2012

DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDIDIKAN AKUNTANSI DI INDONESIA

IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).

Secara garis besar ada empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi. Yang pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya. Yang kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca). Hal ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan. Yang terakhir adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan.

Konvergensi ke IFRS di Indonesia

Indonesia saat ini belum mewajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan IFRS melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan lokal (SAK). Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan SAK merencanakan tahun 2012 akan menerapkan standar akuntansi yang mendekati konvergensi penuh kepada IFRS.

Kebutuhan Indonesia untuk turut serta melakukan program konvergensi tampaknya sudah menjadi keharusan jika kita tidak ingin tertinggal. Sehingga, dalam perkembangan penyusunan standar akuntansi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Standar akuntansi keuangan nasional saat ini sedang dalam proses secara bertahap menuju konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards yang dikeluarkan oleh IASB.

Di Indonesia sendiri sistem pelaporan keuangan ada tiga macam/standar pelaporan keuangan Indonesia, yang dimana didalamnya memiliki tiga pilar yang berlaku yaitu:

  • Standar Akuntansi Keuangan

Sistem inilah yang nantinya akan dirubah kedalam system IFRS karena yang menggunakan system pelaporan ini adalah perusahaan yang listed di Bursa Efek. Dan nantinya perusahaan tersebut harus menggunakan system ini secara total.

  • SAK-ETAP*

Standar Akuntansi Keuangan-Etitas Tanpa Akuntabilitas Public adalah pelaporan keuangan yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang sahamnya tidak terdaftar diBursa Efek. Sistem ini tidak termasuk dalam daftar perubahan yang akan dirubah kedalam system IFRS.

  • Standar Akuntansi Syari’ah*

Sistem pelaporan yang digunakan dengan asas-asas syariah.

*…: Tidak masuk dalam system IFRS (Non-IFRS).IFRS hanya diadaptasi untuk Standar Akuntansi Keuangan

Saat ini Ikatan Akuntansi Indonesia(IAI) sedang melakukan sosialisasi terhadap perusahaan yang ada diIndonesia khusus-nya perusahaan yang listed di Bursa Efek karena perusahaan inilah yang banyak mendapat perhatiaan dari para investor luar. Dibalik dipergunakan-nya IFRS banyak sekali keuntungan yang akan diperoleh oleh investor luar karena dengan system ini investor luar tidak perlu belajar dengan system pelaporan keuangan yang ada dinegara tertentu. IFRS ini juga dapat mempercepat proses arus masuk dan keluar dana dari para investor. Sosialisasi yang dilakukan dengan adanya workshop- workshop agar system IFRS dapat digunakan secara total pada tahun 2012.

Dampak IFRS terhadap Sistem Akuntansi dan Pelaporan

Penyajian

  1. Konsep Other Comprehensive Income didalam laba rugi komprehensif
  2. Perubahan definisi-definisi seperti kewajiban menjadi liabilitas dan hak minoritas menjadi kepentingan nonpengendali (non-controling interest)
  3. Pos luar biasa tidak lagi diperbolehkan
  4. Perubahan nama laporan keuangan

Pengukuran

  1. Peningkatan penggunaan nilai wajar (fair value)

Standar IFRS lebih condong pada penggunaan nilai wajar, terutama property investasi, beberapa aset tak berwujud, aset keuangan, dan aset biologis. Dengan demikian maka diperlukan sumber daya yang kompeten untuk menghitung nilai wajar atau bahkan perlu menyewa jasa konsultan penilai terutama untuk asset-aset yang tidak memiliki nilai pasar aktif.

  1. Penggunaan Estimasi dan “judgement”

Akibat karakteristik IFRS yang lebih berbasis prinsip, akan lebih banyak dibutuhkan “judgement” untuk menentukan bagaimana suatu keuangan dicatat.

Hal ini berbeda dengan system pelaporan yang digunakan Amerika saat ini yaitu US GAP karena US GAP lebih bersifat Rule Based yang lebih mengedepankan sub-sub bidang yag pelaporan yang rumit namu tidak memerlukan tingkat judgement yang tinggi karena semuanya sudah terkontrol secara jelas.

IFRS : Principle Based

US GAP : Rule Based

Pengungkapan

  1. Persyaratan pengungkapan yang lebih banyak dan lebih rinci

IFRS mensyaratkan pengungkapan berbagai iformasi tentang risiko baik kualitatif maupun kuantitatif.

Pengungkapan dalam laporan keuangan harus sejalan dengan data/informasi yang dipakai untuk pengambilan keputusan yang diambil oleh manajemen.

Dampak konvergensi IFRS terhadap Pendidikan Akuntansi

  • Pembentukan IFRS Task Force
  • Kajian-kajian dan riset mengenai IFRS
  • Pengajaran principle based dan bukan rule based dan pengungkapan berdasarkan IFRS
  • Penggunaan Text book berbasis IFRS
  • Pengetahuan mengenai pengungkapan berdasarkan IFRS
  • Pemutahiran materi ajar terutama untuk mata kuliah yang terkena dampak besar dari konvergensi IFRS
  • Mata kuliah yang terkena dampak palig besar adalah
    • Akuntansi Keuangan Menengah
    • Teori Akuntansi
    • Akuntansi Internasional
    • Akuntansi keuangan lanjutan
    • Seminar Akuntansi/Akuntansi topic khusus
    • Statitiska Akuntansi
    • Metodologi Penelitian

Kendala Umum

  1. Pemahaman yang mungkin masih dirasa kurang
  2. Penilaian dan pengukuran nilai-nilai aset perusahaan selalu ada perubahan
  3. Sumber daya manusia-nya harus dapat menetapkan IFRS
  4. IFRS ini dalam penjelasannya masih menggunakan bahasa Inggris yang berarti kita harus menerjemahkannya kedalam bahasa yang sesuai dengan Negara yang akan menganutnya (sehingga butuh waktu dan dana lumayan untuk penerjemahan)

Kendala Khusus

Kendala yang timbul dengan konvergensi IFRS banyak menimbilkan kegelisahaan baik bagi perusahaan maupun akademisi, khususnya bagi perusahaan yang sahamnya listed di Bursa Efek karena perusahaan harus mampu bersosialisasi dengan system IFRS. Selain itu badan akademisi harus merubah dan memberikan pengarahan terhadap dosen pembimbing mata kuliah yang terkena dampak konvergensi IFRS agar Sumber Daya Manusia yang dihasilkan nantinya mampu mempergunakan IFRS.

Di samping perusahaan dan akademisi dunia perbankanlah yang terkena dampak paling besar dari adanya konvergensi IFRS karena dalam pelaporan dalam IFRS harus bertahap yang artinya pelaporan keuangan harus setiap hari dilakukan . Hal ini bertolak belakang dengan perbankan karena dengan pelaporan secara bertahap akan menimbulkan naik turun-nya nilai likuiditas. Sedangkan Bank Indonesia menetapkan bahwa tingkat likuiditas tidak boleh turun dari setiap laporan. Perusahaan umum memang sedikit diuntungkan dari konvergensi IFRS dari perbankan karena dalam laporan keuangan perusahaan tidak memiliki target bahwa harus naik setiap harinya, tetapi perbankan memiliki target yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Kesimpulan

Dengan adanya konvergensi IFRS maka semua pihak yang terlibat dan terkena dampaknya harus bisa beradaptasi dengan perubahan besar hingga tahun 2012. Diperlukan SDM yang kompetitif dan akademisi harus mampu mengikuti perkembangan konvergensi IFRS sehingga dapat digunakan secara total.Perlu juga sinergi antar perguruan tinggi yang khususnya memiliki IFRS Task Force.

Download :

download Draft Resume Seminar Nasional IFRS
download Resume Seminar Nasional IFRS by Imam Aris Munandar

Footnote :

  • Sumber : Resume EKO SUDARMAKIYANTO (1M101535) pada Seminar Nasional “International Financial Reporting Standards (IFRS) dan Dampaknya terhadap Pendidikan Akuntansi Indonesia di STIE Bank BPD Jateng, Semarang, 04 Desember 2010 oleh Drs. Tarmizi Achmad, MBA, PhD, CPA.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s