Pendidikan Agama Islam ׀ Prinsip – Prinsip Agama Islam

Islam adalah agama yang paling benar, karena satu-satunya agama yang diridhai Allah SWT. Tentu dalam kebenaran itu tentu Islam memiliki ketentuan-ketentuan dalam Islam yang bersifat badihi (prinsipil), yaitu merupakan ketentuan yang sudah jelas nash-nya dan tidak diragukan lagi kebenarannya. Dan semua ummat Islam wajib menerima ketentuan atau konsepsi dalam Islam yang bersifat badihi tersebut. Berikut ini 10 prinsip yang diringkas dari buku “10 Aksioma tentang Islam” – terjemahan dari buku Sa’id Hawwa “ Min Ajli Khuthwatin ila al-Amam’ala Thariqi al-Jihad al-Mubarak ” :

1. Islam adalah satu-satunya sistem hidup yang dibebankan pada seluruh ummat manusia,

Allah SWT telah mengumumkan bahwa Dia tidak akan menerima sistem hidup (ad-Dien) selain Islam (Qs.Ali Imran:19 & 85 ). Selain itu, Islam merupakan penutup risalah yang wajib dipeluk sampai hari kiamat, jika tidak diimani sedangkan seruan Islam telah sampai kepadanya, maka ia dianggap sebagai ahli (HR.Muslim)

2. Islam adalah satu-satunya jawaban yang benar dan bersih terhadap semua persoalan manusia.

Ia mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dan satu-satunya tolok ukur untuk semua sisi kehidupan manusia. Dari Islamlah terefleksinya petunjuk yang benar dan lurus serta selamat dalam segala hal tersebut. (QS. An-Nahl:89). Al-Qur’an menerangkan segala persoalan, melalui nash-nashnya.

3. Bila seseorang masuk Islam, berarti ia telah menyerah secara mutlak kepada Allah swt dalam semua persoalan yang mencakup semua aspek kehidupan

Aspek tersebut termasuk yang berhubungan dengan jiwa, akal, hati, ruh, perasaan, emosi, perbuatan, pemikiran, kepercayaan dan peribadatan. Termasuk dalam hal konstitusi dan undang-undang kehakiman. Di samping itu Islam berarti penolakan total terhadap seluruh bentuk penyekutuan dengan selain Allah (QS. Al Baqarah:256)

4. Dalam Islam pemikiran eksperimental merupakan salah satu fenomena proses pembentukan pribadi Muslim atau karakteristik Islam.

Oleh karena itu segala sesuatu yang telah dicapai oleh akal yang sehat dan melalui proses percobaan adalah sesuatu yang dapat diterima dari sudut pandangan Islam dan diberi jaminan kepercayaan terhadap kesahannya. Namun jika pemikiran-pemikiran eksperimental itu sudah tidak murni lagi, telah diwarnai oleh sistem hidup yang tidak Islami, maka kita berkewajiban untuk membersihkannya terlebih dahulu, dan mewarnainya dengan nilai-nilai Islam yang bersih, sebelum kita menggunakannya.

5. Islam adalah satu sistem yang sempurna dan lengkap.

Seluruh sektor kehidupan kaum Muslimin harus selalu berlandaskan pada nilai-nilai dan syari’at Islam, ekonominya, politiknya, sosialnya, pendidikannya, militernya dan sektor-sektor lainnya. Tidak dibenarkan melaksanakan Islam secara parsial (tentunya selama kondisi dan kemampuan memungkinkannya (QS. Al Baqarah:85) & (QS. Al Maidah:44)

6. Seluruh kaum Muslimin dibebani kewajiban menegakkan kalimatullah

Hal ini agar Islam menjadi satu-satunya Dien yang tegak di bumi ini (QS. At Taubah:40) & (Al-Hadits). Salah satu tujuan Allah mengutus Rasul-Nya adalah agar Islam sebagai dienullah menang terhadap dien-dien (sistem hidup) lainnya. Karena itu semua pengikut Muhammad berkewajiban untuk mewujudkan kemenangan Islam dengan berjihad di jalan-Nya.
(QS. Al Fath:28) & (Qs.at-Taubah:20).

7. Seluruh Kaum Muslimin dimanapun harus merupakan satu sekutu /  jama’ah.

Apa pun bentuknya sekutu yang memisahkan dan mengesampingkan hal ini adalah satu kekufuran dan kesesatan yang amat besar. Sekutu dan blok tersebut harus mempunyai imam tersendiri (Kepemimpinan dan persatuan). Para sahabat Rasulullah SAW telah mendahulukan pemilihan khalifah ketimbang mengubur jenazah Rasulullah SAW (Musnad Imam Ahmad, jilid II, hal.177). Mu’min dengan mu’min lainnya itu ibarat satu tubuh, jika salah satu anggota tubuhnya ada yang sakit, maka anggota tubuh lainnya ikut merasa sakit.

8. Setiap Muslim wajib melantik Imam saat Islam di seluruh penjuru mengalami kelumpuhan/ancaman

memilih seorang yang akan memimpin merupakan salah satu masalah yang sangat mendesak untuk segera dilaksanakan ketika untuk mempersiapkan menghadapi peperangan atau melakukan persiapan yang matang (QS. Al Anfaal:60). Dalam memperjuangkan kebenaran (al-Islam) diperlukan kesungguhan, sumber daya manusia dengan kuantitas dan kualitas yang memadai, sarana dan prasarana serta pengorganisasian yang rapi/ kepemimpinan yang manhaj berpegang kepada al-Qur’an dan as-Sunnah (QS. Ash Shaff:4)

9. Menyertai dan bergabung dengan jama’ah Islam dan imamnya adalah suatu kewajiban besar di dalam Islam.

Kewajiban ini secara langsung tidak memberikan peluang untuk mengelakkan diri dari keterlibatannya dengan jama’ah dan imamnya, kecuali dalam kondisi dimana orang-orang Islam tidak mempunyai jama’ah dan imamnya. Maka dalam keadaan seperti itu, seorang Muslim harus memisahkan diri dari perkumpulan sesat dan tetap berpegang kepada yang haq (HR. Bukhari dan Muslim serta Abu Daud)

10. Ummat Islam, sebenarnya merupakan satu jama’ah atau satu partai, dan maju mundurnya jama’ah ini tergantung pada pencapaian ilmu, karakteristik, dan komitmen ummat terhadap Islam.

Oleh karena itu segenap kaum Muslimin harus terikat pada rencana atau program yang telah disusun. Dan rencana atau program yang disusun secara spontanitas pun harus tunduk kepada kaidah-kaidah yang ketat, dan tidak boleh membelakangi ke arah tercapainya tujuan. Karakteristik ummat Islam dan jama’ahnya adalah sesuai dengan ayat 36-43 surat asy-Syura. Sedangkan ciri-ciri khusus dari jama’ah Islamiah ialah adanya syura dan selalu menentang kezaliman.

Dalam referensi lain, prinsip-prinsip yang terdapat dalam agama Islam antara lain :

1. Mudah, tidak memberatkan atau menyulitkan ( Q.S.Al Baqarah  : 286)

2. Keseimbangan antara kepentingan dunia dan akhirat (QS. Al Qashash : 77)

3. Keselamatan dan Kedamaian

4. Keadilan dan Persamaan

5. Tolong Menolong dan Toleransi (QS. Al Kafirun)

Kekalahan, keterbelakangan, penindasan dan yang dialami ummat Islam sekarang ini disebabkan adanya perselisihan dan perpecahan yang menimpa ummat Islam dewasa ini. Sumber segala perselisihan dan perpecahan di antara kita ialah karena adanya perbedaan pandangan terhadap persoalan-persoalan dalam Islam yang bersifat prinsipil (badihi). Sehingga banyak dari kalangan ummat Islam sendiri yang melupakan dan mengabaikan prinsip (pokok) dalam Islam.

Download

Download bahan mata kuliah Pendidikan Agama Islam Bab Prinsip-prinsip Agama Islam

Sumber Referensi :

  • E-learning Gunadarma
  • Bahan Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di STIE Bank BPD Jateng yang disampaikan Bapak Nurwan.
  • Tugas Form.1 EKO SUDARMAKIYANTO (NIM.1M101535) Bab Prinsip-prinsip Agama Islam Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s