CARI ISTRI SHALIHAH DAN CERDAS, STANDARNYA?

Perhiasan yang paling indah

Bagi seorang abdi Allah

Itulah ia wanita shalihah

Ia menghiasi dunia

(The Fikr : Wanita Shalihah)

ikhwan-n-akhwatWaktu ana log-in di Facebook, ana tanpa sengaja ngebaca “curahan hati” sekaligus doa dari seorang ikhwah (tsaaaa….) yang sengaja beliau tulis di “wall” Facebook miliknya. Beliau bilang pengin cari istri yang shalihah lagi cerdas. Dari situlah tulisan ini terinspirasi (cie….). Permasalahan yang kemudian timbul dan tenggelam dalam benak ana serta akan ana angkat disini adalah berkaitan dengan kata “cerdas” tersebut dan standarisasinya.

Kenapa harus cerdas???

Bukannya sebelumnya ada kata ”shalihah” yang bahkan disebut lebih awal daripada kata cerdas itu sendiri?

Cz ana rasa, semua orang gak akan ada yang berbeda pendapat mengenai standarnya istri yang shalihah itu seperti apa. ”….Maka perempuan-perempuan yang shaleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka)….” (QS. An-Nisa’ [04] : 34)

So kembali lagi ke topik awal, C E R D A S. Bagi seorang ikhwan, “Cerdas memilih istri dan memilih istri yang cerdas” adalah PENTING. Kenapa? Ya… gimana gak penting coba. Siapa lagi nantinya yang akan mengurus dan mengatur semua kebutuhan dirinya jika bukan istri yang akan mendampingi hidupnya kelak. Mulai dari mengatur pengeluaran keuangan, menu makanan yang akan dimakan besok, tata letak perabotan rumah tangga hingga merk pasta gigi yang bakal digunakan.Tul gak???

Tapi pasti yang dimaksud ikhwah ana tersebut bukan hanya ”cerdas” yang seperti itu aja. Maka itu beliau pun mendahulukan kata ”shalihah” sebelum menyebutkan doanya berupa anugerah istri yang cerdas. Selain cerdas dalam mengatur urusan intern rumah tangganya sendiri –yang sebagiannya bersifat fisik serta berhubungan dengan hal-hal keduniaan–  istri yang cerdas dituntut agar dapat menyenangkan hati suaminya, bila dilihat ia dapat menyejukkan pandangan mata sang suami (hmmm….). Lebih dari itu ia pun tak lupa dengan fungsinya sebagai da’iyah bagi masyarakat dan orang-orang yang ada disekitarnya. Menyampaikan yang ma’ruf serta mencegah yang munkar. Meski seberapa sibuknya ia dengan urusan rumah tangganya serta besarnya usaha yang ia lakukan dalam menyenangkan hati sang suami tercinta.

Jikalau kelak Allah mengaruniakannya anugerah lagi berupa kehadiran seorang anak yang shalih/shalihah, bukan berarti ada alasan baginya untuk berhenti didalam berdakwah fi sabilillah. Malahan tugas serta amanah yang dibebankan dipundaknya akan bertambah-tambah. Mulai dari memberikan apa-apa yang menjadi kebutuhan dan hak dari sang anak hingga menentukan pendidikan yang terbaik yang akan didapatkan untuknya agar kelak sang anak akan menjadi jundi-jundi penolong agama Allah. Tak kalah berat, ialah yang pertama dan utama yang akan menjadi madrasah membentuk generasi penegak panji Allah dimuka bumi ini. Subhanallah…..

Siapa tu ikhwan yang gak seneng kalo dapet istri kayak gitu???. Pantes aja kalo ikhwah ana tersebut doanya gitu. Doa yang meski terlihat singkat, simpel dan hanya terdiri dari beberapa kata aja, ternyata mengandung banyak makna yang tersirat didalamnya.

Wih….. kayaknya dah makin berat ni topik yang kita bahas. Yah, semoga dengan makin beratnya kata-kata yang ana gunakan tidak mengurangi niat kita dalam belajar serta berusaha agar kelak dapat menjadi istri yang shalihah juga cerdas seperti yang menjadi harapan dari ikhwah ana tersebut n mungkin juga semua ikhwan yang mendamba merasakan citarasa kehidupan surga di dunia ini. ”Dunia adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangannya adalah wanita shalihah”. (HR. Ibnu Maajah)

N buat semua ikhwan yang baca, jangan seneng dulu. Cz kayaknya dari topik yang ana bahas ini yang seneng dari tadi ikhwaaan aja. Kalo antum semua pengin dapet akhwat yang shalihah juga cerdas dalam urusan dunia dan akhirat dirinya, keluarganya serta masyarakatnya, antum sekalian pun harus juga terlebih dahulu menshalihkan dan mencerdaskan diri antum. Kan enak tuh kalo keluarga yang kita bentuk nantinya bakal jadi keluarga yang didalamnya terdiri dari orang-orang shalih/shalihah en juga cerdas memanajemen segala sisi kehidupannya dan lingkungan sekitarnya (tsaaaa…… *diiringi dengan suara hembusan angin kayak  di pilem-pilem india gitu deh ^________* V). ”…..Sedangkan perempuan-perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…..” (QS. An-Nur [24] : 26)

Juga menyimpulkan apa-apa yang dikatakan oleh ust. Salim A. Fillah dalam bukunya ”Baarakallaahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta” yang sekarang ini lagi ana baca. Secara garis besar ana memberikan kesimpulan bahwa harus ada rasa saling pengertian, rasa saling membutuhkan serta rasa saling menghargai didalam membina jalinan kasih dalam pernikahan. Agar cita-cita pernikahan tersebut, yaitu menggapai ridha Allah serta menjadikannya sebagai keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah dapat terwujud (cie….. kayak nyang nulis ni udah pengalaman banget ya dalam membina keluarga yang adil dan sejahtera untuk dunia dan akhirat. Padahal nikah aja belon. Hhehehehe)

Menambahkan, –lagi-lagi seperti apa yang termuat dalam buku ”Barakallahu Laka….”– ”Sifat-sifat penting yang didambakan suami dari istrinya, kata Syaikh Shalih ibn ahmad Al Ghazali dalam Al Qamus fii Maa Yahtaju ilaihil ’Arus, adalah cerdas, sabar dan sederhana. Kecerdasan akan memungkinkannya untuk melihat semua perkara dalam gambaran yang sebenarnya. Kesabaran akan memudahkan dirinya pada setiap waktu sulit dan sempit. Kesederhanaan akan membuat kehidupan rumahtangga berjalan dengan tenang, tertib dan nyaman. Tetapi, sebelum dan sesudah segala sesuatunya, maka agama akan menjadikan dirinya takut dengan murka Allah, yang terkadang bersesuaian dengan kemarahan suaminya…..” Subhanallah.

Akhir kata, semoga mulai dari saat ini, kita-kita –baik yang akan menjadi calon ummahat maupun yang akan menjemput bidadarinya tercinta– dapat mulai belajar bagaimana menjadi seorang yang diharapkan serta dirindukan kehadirannya bagi siapapun calon pasangan hidup kita kelak. Amiiin ya Rabbul ’Alamin.

Hanya Allah yang lebih mengetahui. Wallahu a’lam bish shawwab…….

One thought on “CARI ISTRI SHALIHAH DAN CERDAS, STANDARNYA?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s