Archive

Posts Tagged ‘pengantar ekonomi mikro’

Teori Biaya Produksi ׀ Pengantar Ekonomi Mikro

11 December 2010 1 comment

Ongkos produksi:

Semua pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.

Ada 2 jenis ongkos produksi:

  1. Ongkos eksplisit: pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan
  2. Ongkos tersembunyi (imputed cost): taksiran pengeluaran ke atas faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Analisis ongkos produksi:

  1. Jangka pendek: yaitu jangka waktu dirnana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya. Terdiri dari ongkos yang selalu berubah dan ongkos tetap.
  2. Jangka panjang: jangka waktu dimana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan.

Ongkos produksi:

  1. Ongkos total (TC)
  2. Ongkos tetap total (TFC)
  3. Ongkos berubah total (TVC)
  4. Ongkos tetap rata-rata (AFC)
  5. Ongkos berubah rata-rata (AVC)
  6. Ongkos total rata-rata (AC)
  7. Ongkos marginal (MC)

Syarat pemaksimuman keuntungan :

  • Dengan memproduksikan barang pada tingkat dimana perbedaan diantara hasil penjualan total dengan ongkos total adalah yang paling maksimum atau
  • Dengan memproduksikan barang pada tingkat dimana hasil penjualan marginal = ongkos marginal

Peminimuman ongkos jangka panjang tergantung kepada:

  • Tingkat produksi yang ingin dicapai.
  • Sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia.

Kurva LRAC: kurva yang menunjukkan ongkos rata-rata yang paling minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu merubah kapasitas memproduksinya. Kurva LRAC menggambarkan ongkos minimum perusahaan dalam jangka panjang.

  1. Skala ekonomis: skala kegiatan produksi yang menunjukkan pertambahan produksi menyebabkan ongkos produksi rata-rata menjadi semakin rendah
  2. Skala tidak ekonomis: pertambahan produksi menyebabkan ongkos produksi rata-rata menjadi semakin bertambah tinggi.

Faktor penting yang menimbulkan skala ekonomis:

  1. Spesialisasi faktor-faktor produksi
  2. Pengurangan harga bahan mentah dan kebutuhan ploduksi
  3. Memungkinkan barang sampingan (by-products) diproduksikan
  4. Perusahaan yang besar mendorong pengembangan kegiatan usaha di luar perusahaan yang berguna kepada perusahaan.

Permintaan dan Penawaran Uang ׀ Pengantar Ekonomi Makro

Pengertian Uang

Uang adalah sesuatu yang dapat berfungsi secara umum sebagai sarana pertukaran barang dan jasa, asset, dan pembayaran terhadap utang-utang. Uang juga merupakan persediaan aset, digunakan untuk transaksi, salah satu jenis kekayaan.

Fungsi Uang

  • Untuk kelancaran kegiatan tukar-menukar
  • Uang berperan sebagai penyimpan nilai
  • untuk menjadi unit hitung (satuan nilai) dan media pertukaran
  • untuk ukuran bayaran yang ditunda
  • kemudahan uang dikonversi menjadi sesuatu yang lain seperti barang dan jasa, kadang disebut likuiditas uang

Penggunaan uang meningkatkan efisiensi

  • Uang adalah alat untuk mengukur transaksi ekonomi.
  • Tanpanya, kita terpaksa melakukan barter.
  • Namun, barter membutuhkan kebetulan ganda dari keinginan (double coincidence of wants) — situasi yang jarang terjadi di antara dua orang, masing-masing memiliki barang yang lain inginkan pada waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan pertukaran.

Mengapa Orang pakai Uang?

  • Medium of Exchange (Sarana pertukaran) :
    • Acceptable (dapat diterima)
    • Portable (mudah dibawa)
    • Divisible (terbagi-bagi)
    • Cannot easily counterfeited (tdk mudah
    • dipalsu)
    • A store of value (Penimbun nilai)
    • A unit of account (satuan hitung)
    • A standard deffered of payment (standar pembayaran utang)

Sejarah Uang

  • Barter
  • Commodity money(gold or silver) (Fullbodied money)
  • Modern money
    • Paper money
    • Bank money
    • Electronic Money

Bentuk Uang

  • Uang fiat adalah uang yang nilai nominalnya jauh lebih tinggi daripada bahan pembuat uang tersebut. Uang tersebut menjadi berharga karena pemerintah dan masyarakat telah sepakat untuk menerima uang tersebut dengan nilai tertentu (Tidak memiliki nilai intrinsik).
  • Uang komoditas (Commodity money) adalah uang yang nilai bahan pembuatnya / komoditas bahan sama dengan nilai nominal uang tersebut (memiliki nilai Intrinsik)
  • Uang Hampir Likuid Sempurna adalah suatu aset yang dapat dijadikan sebagai uang namun tidak semua pelaku ekonomi mau menerima sebagai alat pembayaran karena harus ditukarkan lebih dulu dengan uang likuid (uang fiat dan komoditas. Contohnya cek

Macam dan Jenis Uang

  1. Uang Kartal adalah uang yang dijadikan sebagai alat transaksi sah dan wajib diterima seluruh masyarakat pada perekonomian. Uang kartal umumnya berbentuk uang kertas dan uang logam. Contoh uang logam Rp. 100,- uang kertas Rp. 1.000,- dan lain sebagainya.
  2. Uang Giral adalah suatu tagihan pada bank umum yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran dan transaksi yang sah dan masyarakt tidak wajib menerima pembayarannya. Uang giral dapat dibilang mudah, aman dan praktis karena dalam melakukan transaksi di mana seseorang tidak perlu menghitung dan membawa banyak uang kontan, jika hilang atau jatuh ke tangan orang jahat dapat segera diblokir dan mudah dalam penggunaannya. Contoh uang giral yaitu cek, giro, telegraphic transfer, dan lain-lain.
  3. Uang Kuasi adalah surata atau sertifikat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran yang sah. Contoh uang kuasi adalah saham, obligasi, dan lain-lain.

  • Pemerintah dapat terlibat dalam sistem moneter untuk membantu rakyat mengurangi biaya transaksi.
  • Menggunakan emas sebagai mata uang adalah mahal karena kemurnian dan beratnya harus diverifikasi.
  • Juga, koin lebih banyak dikenal daripada batangan emas.
  • Pemerintah lalu menerima emas dari publik untuk ditukar dengan sertifikat emas- lembaran kertas yang bisa ditukar dengan emas.
  • Jika orang percaya pemerintah akan memberi mereka emas bila diminta, maka mata uang tersebut akan sama berharganya dengan emas itu sendiri plus, lebih mudah membawa kertas daripada emas.
  • Hasil akhirnya adalah karena tak ada yang meminta emas lagi dan semua orang menerima kertas, kertas itu memiliki nilai dan berperan sebagai uang.

Jumlah Uang Beredar vs. Kebijakan Moneter

  • Jumlah uang beredar (money supply) adalah jumlah uang yang tersedia.
  • Kontrol atas jumlah uang beredar disebut kebijakan moneter (monetary policy)
  • Di Amerika Serikat, kebijakan moneter dilakukan oleh institusi setengah independen yang disebut bank sentral.
  • Bank sentral di AS disebut Federal Reserve, atau Fed.

Operasi Pasar Terbuka, Pembelian dan Penjualan Obligasi Pemerintah

  • Untuk meningkatkan jumlah uang beredar : Bank sentral membeli obligasi pemerintah dan membayarnya dengan uang baru.
  • Untuk menurunkan jumlah uang beredar : Bank sentral menjual obligasi pemerintah dan menerima uang yang ada di masyarakat dan lalu menghancurkannya.

Bank Sentral mengendalikan jumlah uang beredar dalam 3 cara :

  1. Melakukan Operasi Pasar-Terbuka (membeli dan menjual obligasi pemerintah)
  2. Mengubah persyaratan cadangan (tidak pernah benar-benar digunakan).
  3. Mengubah tingkat diskonto yang bank-bank anggota (tak memenuhi persyartan cadangan) bayar untuk meminjam dari bank sentral.

Komponen Penawaran Uang

M1: transaction money, disebut juga uang dalam arti sempit, terdiri dari:

Currency (coins and paper currency) +

Transaction account (demand deposit) +

Traveler’s checks

M2: broad money, disebut juga uang dalam arti luas, terdiri dari:

M1 + saving deposits + time deposit

Uang Inti

High Powered / Core Money (M0):  M0 = C + R

where:

C = Currency in circulation (paper and coin money)

R = Reserve Requirement of Commercial Bank in Central Bank

The Future of Money:

(The Evolution of Money:an empirically view)

Barter > Commodity Money (gold & silver) > Paper money (certificate) > Bank money (demand deposit) > Intangible money > Electronic money (e-money)

Permintaan Uang

  1. Transaction Demand for Money
  • Uang diperlukan untuk membiayai pembelian/ transaksi thd. barang, jasa dll.
  • Permintaan uang berkorelasi positip dengan tingkat pendapatan, tetapi berkorelasi negatip dengan tingkat bunga, ceteris paribus.
  1. Asset Demand >  fungsi store of value
  • Berkaitan dengan keinginan memegang uang karena likuiditasnya & sebagai asset yang tidak beresiko

Teori Klasik tentang permintaan uang

1. The Equation of Exchange  (by Irving Fisher)

Quantity Theory of Money: “Orang menahan uang untuk tujuan transaksi”

MV = Py

Where :

M : nominal quantity of money

V : income velocity of money

P : price level

y : quantity of output of goods and service

Persamaan kuantitas dapat dipandang sebagai suatu definisi : mendefinisikan perputaran V sebagai rasio GDP nominal, PY, terhadap kuantitas uang M. Tapi, jika kita membuat asumsi bahwa perputaran uang adalah konstan, maka persamaan kuantitas MV = PY menjadi teori dampak uang yang berguna. Garis di atas V mengartikan perputaran adalah tetap.

Teori Kuantitas Uang

Persamaan kuantitas adalah suatu identitas : definisi dari empat variabel membuatnya benar. Jika satu variabel berubah, satu atau lebih yang lain harus juga berubah untuk

mempertahankan identitas. Persamaan kuantitas kita gunakan dari sekarang adalah jumlah uang beredar (M) dikali perputaran uang transaksi (V) yang sama dengan harga (P) dikali jumlah transaksi (T):

Uang × Perputaran = Harga × Transaksi

M × V = P × T

V dalam persamaan kuantitas disebut perputaran uang transaksi (transactions velocity of money). Ini menyatakan berapa kali uang berpindah tangan dalam periode waktu tertentu.

2. The Cambridge Equation (by Alfred Marshal)

“ household desire to hold some fraction of their nominal income as money (in cash)

Md = kPy

Where:

Md : Jumlah keseluruhan uang yang diinginkan untuk ditahan

k : konstanta yang menyatakan berapa banyak uang orang ingin tahan untuk setiap dolar pendapatan (0<k<1)

Py : Nilai output nominal = Pendapatan nominal rumah tangga

Motif Permintaan Uang Menurut Keynes :

  • Transaksi (transaction motive)
    • untuk memperlancar transaksi
    • Semakin besar sejalan dengan me­pendapatan
    • Berjaga-jaga (precautionary motive)
      • terkait dengan kondisi ketidakpastian
      • Ditentukan oleh besar kecilnya transaksi
      • Spekulasi (speculative motive) – spekulasi dalam surat berharga _ membeli surat berharga pada saat harganya murah dan menjualnya pada saat harganya mahal untuk memperoleh keuntungan

Penawaran Uang (money supply)

  • Jumlah uang kartal dan giral yang beredar dalam perekonomian
  • Pemerintah dapat mempengaruhi dan mengendalikan jumlah uang beredar melalui:
    • Open market operation
    • Discount rate policy
    • Changing reserve requirement
    • Selective credit control

The Monetary transmission Mechanism

  • It the route by which changes in the supply of money are translated into
  • changes in output, employment, prices and inflations.
  • For instance, Central Bank is concerned about inflation and decided to slow down the economy.
  • R down MS up > I, C,X down AD down > Real GDP down and inflation down.

Download :

Bahan Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Makro – Permintaan dan Penawaran Uang

Sumber Referensi :

  • Makroekonomi Teori Pengantar Edisi III, Penulis Sadono Sukirno
  • Bahan Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Makro di STIE Bank BPD Jateng yang disampaikan oleh Bpk. Himawan Arif S., SE. MSi.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 232 other followers