Archive

Archive for the ‘Perekonomian Indonesia’ Category

Subsistem Agribisnis

Empat Subsistem Agribisnis :

  1. Subsistem agribisnis hulu((upstream agribusiness) (off-farm), Kegiatan ekonomi yang menyediakan sarana produksi bagi pertanian, seperti industri dan perdagangan agrokimia (pupuk, pestisida, dll), industri agrootomotif (mesin dan peralatan), dan industri benih/bibit.
  2. Subsistem produksi/usahatani (on-farm agribusiness), kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan oleh subsistem agribisnis hulu untuk menghasilkan produk pertanian primer. Termasuk ke dalam subsistem usahatani ini adalah usaha tanaman pangan, usaha tanaman hortikultura, usaha tanaman obat-obatan, usaha perkebunan, usaha perikanan, usaha peternakan, dan kehutanan.
  3. Subsistem agribisnis hilir (down-stream agribusiness)(off-farm), berupa kegiatan ekonomi yang mengolah produk pertanian primer menjadi produk olahan, baik produk antara maupun produk akhir, beserta kegiatan perdagangan di pasar domestik maupun di pasar internasional. Kegiatan ekonomi yang termasuk dalam subsistem agibisnis hilir ini antara lain adalah industri pengolahan makanan, industri pengolahan minuman, industri pengolahan serat (kayu, kulit, karet, sutera, jerami), industri jasa boga, industri farmasi dan bahan kecantikan, dan lain-lain beserta kegiatan perdagangannya.
  4. Subsistem lembaga penunjang (off-farm), seluruh kegiatan yang menyediakan jasa bagi agribisnis, seperti lembaga keuangan, lembaga penelitian dan pengembangan, lembaga transportasi, lembaga pendidikan, dan lembaga pemerintah (kebijakan fiskal dan moneter, perdagangan internasional, kebijakan tata-ruang, serta kebijakan lainnya).

 

Neraca Pembayaran /Balance Of Payment (BOP), Arus Penanaman Modal Asing (PMA) dan Utang Luar Negeri (ULN)

Neraca Pembayaran (BOP)

Balance of Payment (BOP) adl Ikhtisar yg meringkas transaksi2 ant pendd suatu neg dg pendd neg lain slm jgk wkt ttt (biasanya 1 thn). BOP mencakup pembelian dan penjualan brg&jasa ,hibah dr individu & pem asing & transaksi financial. Ummnya BOP terbagi ats : Nerc transksi berjln & Nerc lalin mdl dan finansial dan item2 financial.

Dua macam transaksi dlm BOP

  1. Transaksi debet adl transaksi yg menyebabkn mengalirnya arus uang (devisa) dr DN ke LN. Transksi ini dsbt ngtf (-) yi transaksi yg sbbkn ber-nya posisi cad devisa neg.
  2. Transaksi kredit adl transaksi yg menybbkn mengalirnya arus uang (devisa)  dr LN ke DN. Transksi ini dsbt pstf (+) yi transksi yg sbbkn ber+nya pss cad devisa neg.

BOP terdiri ats

  1. Credit entries (transaksi kredit)
  2. Export of good & services (expor brg&js)
  3. Income receivable (penerim dr hsl invsts)
  4. Offset to real or financ resources provide (transfer).
  5. Increase in liabilities
  6. Decrease in financial assets
  7. Debit entries (transaksi debet)
  8. Import of goods and sercvices (impor barang dan jasa)
  9. Income payable (pembayaran atas hasil investasi)
  10. Offset to real or financial resources provide (transfer).

Bbrp transaksi yg pengaruhi keseimbagan BOP

  1. Transaksi Barang & Jasa
  2. Transaksi Modal
  3. Transaksi Satu Arah
  4. Selisih Perhitungan (error & omission)
  5. Lalu lintas Moneter

BOP secara keseluruhan harus berimbang (balance).

Ada 3 pengertian balance :

  1. Basic balance :

Basic balance terdr dr balance dlm transaksi berjln + transks mdl jk-png.

Basic balance memberikan inf ttg perubhn perekon thdp aliran mdl jk-pdk

2. Balance transaksi autonomous.

Balance ini trdr dr basic balance + alrn mdl jk-pdk.

3.Balance transaksi pem jgk pendek.

BOP tdr dr penjumlhn basic balance, selisih yg diperhit & rek mdl jk-pdk. Ketdkseimbgn yg tmbul dlm BOP diseimbangkn dg cad mdl pem.

BOP terdiri dr 3 saldo

  1. Saldo Nerc Transksi Berjalan (TB): juml saldo dr nerc perdag dmn mencatat ex-im brg, jg termsk pendptn royalti dan bunga deposito serta krmn uang TKI di LN.
  2. Saldo Nerc Modal (CA): nerc yg mencatat arus mdl jg-pdk & jk-pj yg msk dan keluar yg terdr ats mdl pem neto dan lalin mdl swasta neto.
  3. 3. Saldo nerc moneter  :
  4. Lalin moneter yi nerc yg mencatat perubhn cad devisa yg msk dan keluar dr suatu neg dlmsuatu periode ttt yg dicatat oleh bank sentral. Sdgkn perubhn cad devisa (CD) diperoleh dr penjumlhn saldo tarsnksi berjln (TB) dan saldo nerc mdl (CA),jd bkn CD yg dictt scr resmi,dsbt nerc cad (RA).

Tujuan utama BOP

Memberikan informasi kpd pem ttg posisi keu dlm hub ekonomi dg neg lain serta membantu di dlm pengambilan kebijaksanaan moneter, fiskal, perdagangan dan pembayaran internasional.

Kegunaan BOP

  1. Utk membukukan sel transaksi ekon internas yg terjadi ant pendd DN & pendd LN.
  2. Utk mengeth struktur & komposisi transaksi ekon internas suatu neg.
  3. Utk mengeth mitra utm suatu neg dlm hub ekon internas
  4. Mengeth pss keu internas suatu neg
  5. Sbg slh satu indktr yg akn dipertimbgkn neg donor utk brkn bantuan keu, terutm neg yg alami kesulitan BOP
  6. Sbg slh satu indktr fundamental ekon suatu neg selain tk inflasi, pertumbhn, GDP dsb

Masalah dlm analisa BOP

Tujuan analisa BOP ber-beda2 & perbedaan ini menentukan pola analisanya. Bbrp kekeliruan yg sering tmbul dlm analisa BOP al :

1. Seringkali abaikan slg hub antr transksi internas yg 1 dg yg lain shg ktd seimbgn dlm BOP diasosiasikan dg 1 transksi sj tnp meliht hub dg yg lain.

2. Surplus transksi yg sdg berjln sering dianggap baik, sebaliknya defisit dianggap jelek.

3. Keputusan utk memberi bantuan (aid) shrsnya lb didsrkn pd kktn ekon neg scr keseluruhan

BOP Ind 3 th (Milyard $ US)

Rincian 1988 1999 2000
A.Trans brjln 4,1 5,8 7,7
1.Brg 18,4 20,6 25,1
a.Ex fob 50,4 51,2 62,5
n-mgas 43,0 41,0 47,0
migas 7,4 10,3 15,5
b.Im fob - 31,9 - 30,6 - 37,4
n-mgas - 29,1 - 26,6 - 32,1
migas - 2,9 - 4,0 -  5,3

 

 

 

Rincian 1988 1999 2000
2. Jasa - 14,3 - 14,9 - 17,4
a.N-mgs - 11,4 - 11,7 - 12,7
b.Migas -   2,9 -  3,2 -   4,7
B.Mdl di LSM -   3,9 -   4,6 -   4,6
1.LL mdl Pem(b) 10,0 5,4 3,8
a.Pen pinj &bant 3,7 9,4 8,3
b. Plnsn pinj - 3,8 - 4,1* - 4,5*
2.LL mdl swt (b) - 13,8 - 9,9 - 8,5
a.PMA Lgs -  0,4 - 2,7 - 4,1
Rincian 1988 1999 2000
b.Lainnya - 13,5 -   7,2 -  4,4
C. Juml (A+B) 0,2 1,2 3,1
D. Slsh Perhit

ant C & E

(e & o )

2,1 2,1 1,9
E. LL Moneter -  2,3 -  3,3 -  5,0

Penanaman Modal Asing (PMA) dan Utang Luar Negeri (ULN)  di Indonesia

Pengertian Modal Asing (MA)

MA : Mdl yg dimiliki oleh neg asing, perseorgn WNA, bdn ush asing, BH asing dan atau BH Indonesia yg sebagian atau seluruhnya modalnya dimiliki oleh pihak asing.

Kontroversi PMA

Arus sbr keu internas neg diwujudkn dlm bntk:

a. Swasta (private foreign investment) dan investasi portfolio terutm PMA yg dilakukan perush Multinas.

b. Bantuan pembangunan resmi pem & swasta (public development asisstance ) atau pinj LN (foreign aid) yg berasal dr pem neg scr indv or multilateral mell perantara LK or LK independ or swasta.

Arus modal masuk ke Indonesia

Indonesia menganut sistem ekon terbuka maka arus mdl msk berwujud :

  1. FDI,
  2. Deposito asing/foreign dposit=FD,
  3. Utg Swasta & Utg Pem (UI),
  4. Investasi dlm psr uang dan psr modal DN (IM)

Bg neg yg rel tbts tab DN,mk FDI,FD,UI &IM sgt diperlkn dlm pembyn investasi. Dari ke 4 jns tsb FDI yg plg diungglkn.

Kenapa Dana Asing tsb msk ke Indonesia ???

  1. Ada kepastian returm yg menjanjikan
  2. Kadar kepastiannya tinggi & risiko kcl

Pemasukan mdl dlm bntk ULN wlpn risiko tdk terlalu bsr (?) tetapi dikawatirkan:

  1. Tk kebocorannya tinggi dlm penggunannnya terutm pinj pem.
  2. Kesulitan dlm pembyrn pokok & bunga
  3. Penggunaan dana tdk dpt difungsikan scr optimal
  4. Risiko ketdk berhsln swata DN jg akn kuras Devisa Negara saat jatuh tempo.

DUA PERMASALAHAN PMA & ULN

  1. Kontroversi atau perdebatan terhadap eksistensi PMA dan ULN dalam konteks perekonomian Indonesia
  2. Jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tsb dalam konteks perekonomian Indonesia

Kegunaan PMA

1.PMA berprn utk isi kekurgn mdl sb dy antr tk investasi yg ditargetkn dg juml aktual tab domstk yg akn dimobilisasi

2.Mengisi kesenjagn antara target juml devisa yg dibthkn & hsl2 aktual devisa dr exp + banlu netto

3.Mengisi kesenj antra target penerim pjk pem & juml pjk aktual yg dpt dikumplkn

4.Mengisi kesenj dibid manj,smgt kewiraush,m tekn prodksi, ketrampln kerja dll.

Alsn menentang PMA (Todaro 2000:165)

1.Terjd persaingn tdk sht yg bersumber pd perjanj2 prod exlusive ant phk perush multinas dg phk pem.

2.JP perbaiki pss dev neg ttp dlm JPj dmpk negatif yi kurangi dev neg baik dlm nerc transksi berjln (NTB) maupun nerc mdl (NM). NTB bs memburuk krn adanya impor bsr2an ats brs ½ jadi & brg mdl olh perush multinas & diperburuk lg adanya pengirmn kembali laba hsl bunga, royalti,by2 jasa manaj ke neg aslnya.

3.Wlpn perus multinas mmg berikn kontribusi bg penrmaan pem dlm bntk pjk, ttpi dlm praktiknya nilai kontribusi tsb jauh lb kcl. Hal in dsbbkn oleh adanya konsesi2 pjk yg bersift liberal,pemberian fas penmn mdl yg berlebhn, subsidi2 terselubung, serta proteksi tarif yg dibrikan oleh pem neg berkembg.

4. Ketrampln,pglmn manaj,smgt wiraush, tekn, network hub dagang LN yg diberikn tak banyk beri manfaat nyata bg pengemb sb dy & ketrampilan

Keberatan2 thdp perush multinas dpt dirangkum sbb :

1. Implikasi postf yg berikn bg proses pembgn pd kenyataannya tdk merata.

2.Perus multinas umumnya hslkn brg yg sebenarnya tdk sepenuhnya sesuai dg kebthn pendd di neg berkembang

3.Sb dy domestik milik neg berkembng cenderung dialokasikn kpd proy2 yg scr sosial td untgkn shg akn memperlebar ketimpangan.

4.Perus multinas sering gnkn kktn ekon utk pengaruhi,menyuap & manipulasi berbagai kebijakan di NSB

5.Perus multinas berpotensi bsr utk merusak perekon di NSB dg cara menekan timbulnya semgt bisnis wirausaha lokal

6.Dr sisi pol,PMA merup expresi dr rasa kawatir bhw kekuatan ekon perush multinas tsb cpt or lmbt akn kuasai aset2 kekayaan nas & lap kerja domestik hingga akhirnya berpengaruh pd pengambln kptsn pd semua tgktan

UTANG LUAR NEGERI (utang adalah utang)
Sumber-sumber Pembiayaan Indonesia

1. Ekspor

2. Utang Luar Negeri & Dalam Negeri

3. Investasi Asing atau PMA

4. Tabungan Domestik

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA UTANG

MOTIVASI BAGI NEGARA DONOR:

–        kepentingan ekonomi dan strategis

–        tanggung jawab moral

n  BAGI NEGARA PENGUTANG

–        SAVING INVESTMENT GAP

–        FOREIGN EXCHANGE GAP

–        TRADE GAP
FUNGSI UTANG LUAR NEGERI BAGI INDONESIA

Utang luar negeri telah berfungsi sebagai:

1. injeksi: pertumbuhan ekonomi       Indonesia         dengan cara menutup            defisit APBN dan         neraca pembayaran.

2. infus: kebutuhan yang tak dapat dihindari             (adiktif)

Masalah Utang Negara

n  Utang luar negeri makin sejalan dengan kepentingan neoliberalisme global yang kian mengakar di negeri ini.

n  Artinya, utang itu memang untuk menyukseskan program neoliberalisme melalui IMF, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Consultative Group on Indonesia (CGI).

Memelihara Momentum Pembangunan

Konsekuensi logis dari komitmen membayar bunga dan cicilan utang adalah semakin rampingnya konsumsi domestik dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan yang termasuk:

1. expenditure reducing berupa kebijakan uang ketat,         penurunan pengeluaran pemerintah, dan             penangguhan proyek-proyek mega sebagai bagian integral dari penyesuaian struktural.

2. expenditure switching: devaluasi, kampanye ACI

Sudahkah Indikator Utang LN mencapai Over Borrowing?

1. DSR (Debt Service Ratio) yaitu rasio antara pembayaran bunga dan cicilan utang terhadap penerimaan ekspor. Batas yang dianggap aman sebesar 20%.

2. DER (Debt Export ratio ) yaitu rasio antara total utang LN dengan penerimaan ekspor dengan batas aman sebesar 200%

3. DGNP (Debt GNP ratio) yaitu rasio antara utang LN total terhadap produk nasional bruto dengan batas aman 40%

PARIS CLUB III

n  Penjadwalan utang sebesar US$ 5,4 milyar yang jatuh tempo antara April 2002 hingga Desember 2002.

n  Syarat:

–        pinjaman lunak/Official Development Assistance (ODA) dijadwalkan kembali dengan masa pelunasan 20 tahun termasuk tenggang waktu 10 tahun

–        pinjaman non_ODA dijadwalkan kembali dengan masa pelunasan 18 tahun dengan tengggang waktu 5 tahun.

Tingkat beban utang suatu negara diukur al dg :

1. Debt service ratio

2. Debt to gnp ratio

DSR beberapa negara Asia (dalam persen)

Kondisi Utang Indonesia

n  Menurut data terakhir BI ,ULN Indonesia Jan-2010 ,sudah mencapai US$174,041 miliar (+/- Rp 2.000 Triliun) terdiri dari utang pem :US$93,859 M,ULN swasta US$75,199,ULN bank US$8,984 M dan utang domestik 2006 : Rp658 triliun.

n  Setiap tahunnya pemerintah harus membayar cicilan utang luar negeri yang jatuh tempo Rp96 triliun, ditambah beban utang dalam negeri Rp60 triliun, sehingga setiap tahun Indonesia harus membayar utang Rp150 T – Rp170 T.

Kondisi Utang Indonesia

n  Sedangkan batas rasio utang yang aman menurut penelitian IMF (2005) adalah 35% – 42% terhadap Produk Domestik Bruto ( PDB). Batas ini pun secara rasional masih berada di atas Debt Service Ratio (DSR) dan ambang psikologis Meksiko yang rasionya mencapai 30%-40% dari PDB. Misalnya negara Meksiko pada saat akumulasi utang luar negerinya mencapai angka US$100 miliar, pada saat itulah Meksiko mengalami kehancuran dan terpaksa ngemplang atas utang-utangnya. Sedangkan pada 1994 saja, akumulasi utang luar negeri Indonesia (pemerintah dan swasta) sudah mencapai US$101 miliar.

Cont……

n  Apalagi pascakrisis ini, indikator utang Indonesia jauh lebih buruk lagi dari negara Amerika Latin pada waktu itu, di mana sekarang ini Indonesia telah memiliki rasio utang terhadap PDB 50%-52%.

n  Anggaran yang mestinya untuk memerangi kemiskinan telah habis terkuras untuk membayar cicilan utang yang menurut data Koalisi Anti Utang (KAU) pada tahun ini mencapai Rp69,8 triliun. Padahal angka Rp69,8 triliun itu mestinya dapat memenuhi target anggaran minimal 20% untuk pendidikan, kesehatan dan bantuan bencana alam.

n  Dalam APBN-P 2006, pos anggaran untuk kehidupan rakyat jumlahnya jauh di bawah kebutuhan, yaitu anggaran kesehatan hanya Rp3,7 triliun, untuk bencana alam Rp1,8 triliun, dan untuk fungsi lingkungan hidup Rp4,4 triliun.

PENYEBAB TIMBULNYA KRISIS UTANG

1. Sistem moneter internasional

2. Sistem perbankan swasta internasional

3. Faktor dari negara peminjam :

a. Hubungan antara      peminjam dan       investasi

B. Capital flight

Manajemen krisis utang

Pendekatan Case by Case :

n  Kebijakan yang diterapkan di suatu negara tidak selalu sama.

n  Utang Pemerintah:

n  Paris Club

Bentuk- bentuknya :

v     Perpanjangan tenggang waktu pengembalian

v     Pengurangan tingkat bunga

v     Pengunduran waktu pengembalian

v Keringanan utang termasuk diantaranya     penghapusan utang itu sendiri

Perlukah Indonesia berhenti Berutang?

1. Volume utang Pemerintah secara keseluruhan sudah sangat besar

2. Cicilan pokok dan bunga utang yang harus dibayar pemerintah setiap tahun sudah makin jauh melampaui kemampuan keuangan negara

3. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sekitar 30% APBN menguap tak tentu rimbanya

Solusi Mengatasi Utang

1. Solusi yang paling sederhana mengatasi utang luar negeri adalah dengan mengoptimalkan restrukturisasi utang, khususnya melalui skema debt swap, di mana sebagian utang luar negeri tersebut dikonversi dalam bentuk progran yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, pemeliharaan lingkungan, dan sebagainya.

2. Selain itu, perlu dioptimalkan upaya meminta pemotongan utang atau meminta pembebasan utang dengan memberi alasan logis dengan disertai fakta-faktanya.

SOLUSI UTANG LUAR NEGERI (Ringkasnya)

1. Restrukturisasi utang

2. Debt-relief (keringanan utang)

3. Debt moratorium

4. Konversi utang

 

Perdagangan Luar Negeri

Teori Perdagangan Internasional

  1. Teori Klasik

a. Keunggulan absolut (Adam Smith).

Suatu neg akn export /import suatu jenis brg bl neg tsb tdk dpt memproduksi lbh effisien or mrh dbdg neg lain. Jd teori ini menekankan bhw effisiensi penggunaan input dlm proses prod akn keunggulan/dy saing.

b. Teori keunggulan Komparatif (JS Mill           & David Ricardo).

Mslh bsr dlm teori keunggln abslt ;perdag antr neg terjadi bl kedua neg memiliki keunggln abslt yg berbeda.

JS Mill : Neg akn export brg yg dpt dhslkn dg by lb rendh  & import brg jk kalau dibuat sendiri memerlukn ongks prod lb bsr

David Ricardo : perdag antr neg terjadi bl masing2 neg memiliki by reltf yg terkcl utk jenis brg yg berbda. Jd DR meneknkn perbedaan effsiensi relatf antr neg dlm memprod  2 or lbh  jns brg yg jd dsr timbulnya perdag internasional.

  1. Teori Modern (Hecksher-Ohlin) = Teori ketersediaan faktor. Contoh Jpg – Ind mempy opportunity cost yg berbeda krn perbedaan alterntf berbeda sbb ada perbedaan penggunaan juml faktr prod kedua neg. Krn perbedaan factor endowment apa otomtis slh satu neg tsb unggul ? Blm tentu tgt dr intensitas penggunaan faktor produksinya.
  1. Faktor2 penyebab lainnya.

a. Teori  Permintaan & Penawaran.

Perdag Internasional terjadi krn adanya perbedaan dlm permintaan  atau penawaran. Permintaan berbeda krn tk pendptn masy,selera konsumen & faktr2 lain yg pengaruhi konsumsi. Perbed penawrn krn perbed juml/kual faktr2 prod,drjd tek, fktr externlits,   faktr2          lain yg pengaruhi prod

b. Vent for Surplus theory. Pd dsrnya sama dg a. tapi lbh ttk brtkn pd sisi   suplay . Suatu neg akan expor prod yg dibuat bila terjadi excess supply (kelbhn stok) di psr DN

c. Product Cycle Theory. Berdsrkn wkt, setiap prod pasti memiliki thp proses, pengembangan, kejenuhan, penurunan dan akn berubah trs scr sistematis.

Empat tahap hrs dilalui trs mnrs ,mk thp ini perlu :

a.Mdl sgt bsr,

b. SDM dg technical skill,

c. Iptek.

d. Manjemen

e. Ekonomis external

Contoh: GG merah-> GG surya -> GG Internas ->> GG Premium dst.

Paradigma baru Perdagangan Internasional

a.Pendahuluan

Teori H-O mempy klmhn yi ttg asumsinya al TK dianggap sbg faktr prod yg dominan dan bersifat homogen, kenyataan berbeda mnrt jenis & derajad penddkn/ketrampilan, begitu juga teknlologi yg bertingkt,shg H-O dianggap tdk mampu menerangkn perkemb expor non-migas dr neg maju & perubhn strktr serta dinamika arus perdag global

Akhirnya, tmbl pemkrn bhw perkemb expor dr neg tdk hny ditentkn oleh faktr2 keunggulan komparatif ttp jg oleh faktor2 keunggulan kompetitif.

Keunggln tsb dikelompok dlm : a. keunggln alamiah (natural advantage) dan b. keunggulan yg dikembangkan (acquired advantage)

Pertanyaan : Apa yg dimaksud natural advantage dan acquired advantage ????

Keunggulan alamiah = keunggulan komparative:Keunggulan yang didapat secara alamiah dari anugerah YMK + proteksi /bantuan fasilitas pem

Keunggulan kompetitive = acquired advantage : keunggulan yang dibuat oleh manusia dg menggunakan iptek atau keunggulan komparative + campur tgn manusia dg iptek

Keunggulan kompetitif ditentukan oleh :

  1. Keunggulan komparative
  2. Permintaan psr domestik kuant/kualt
  3. Struktur industri DN yg kuat (inds pendukung, keterkaitan antr inds & spesialisasi berdsrkn dsitrib kerja internas
  4. Struktur psr dg persaingan bebas

b. Teknologi.

Teori klasik modern berasumsi  perdag internas berasumsi teknologi tdk berubah sbg hal yg tdk ptg. Kenyataannya teknologi sbg faktor prod yg dominan.Teknlg dpt merubah struktur perdag dunia dan perbedan fungsi prod antr neg shg terjadi perdag antr neg. Th 1980 sbg “revolusi industri” kedua yi dg adanya super computer dan super-integrated chips)

c. SDM & Entrepreneurship.

Ketrampilan SDM yg bervariasi krn pendidikan.

Entrepreneurship sbg faktor yg dlm menentukan tingkat daya saing suatu neg dlm perdagangan global.

Traders mempy keuntgn jgk pendek sdgkn industrialists mempy keuntgn max jangka panjang & risiko tinggi.

d. Inovasi.

Teori siklus produksi , inovasi sgt penting dr awal prod sd akhir dan jg utk meningkatkan psr pasar dan keungglan bersaing.Hasil penelitian WB : inovasi mempy kunci sukses 68 %, net working 22% dan lain-lain 10%.

e. Skala ekonomi.

Skala ekonomi : skala pd ttk opt prod yg hslkn by/prod terendah.

f. Produk Diferensiasi (intra industry trade).

1) intra industry trade (IIT)

2) inter-industry trade (IT)

IIT inter/antar negara lbh bsr dibanding IT.

Negara2 entrepots : kumplkn prod homogen dr berbagai neg, dipilah2 & dibungkus kembali & didstribusi ke neg2 lain.

AS bangun Boeing dg lbtkn 25 negara (IIT)

.

Ray (1991) : AS gnkn strategi multitude of brands (modifikasi camprn bbrp produk) utk kembgkn keunggln komparativenya utk lawan produk2 impor didalam barang2 konsumen yg sama. Strategy ini juga umum diterapkan utk barang2 perantara.

Persaingan psr internasional semakin tdk sempurna  cenderung ke pasar monopoly / oligopoly.

Perkembangan Ekspor Indonesia

1.Kinerja ekspor nasional ditntkn oleh :

a). nilai & volume ekspor = laju pertumbhn

b). diversifikasi produk ekspor        (kedalaman     struktur industri DN)

c). diversifikasi psr (neg tujuan)

a.Pertumbuhan:

1). Akbt oil boom (1970) expor migas >>

2). Akbt krisis (1998) expor brg IM <<<,

b. Diversifikasi Output.

sblm sd1980 ; export didominasi migas

1996-1998 : expor non migas 84,96%

c.Diversifikasi Pasar ,1981-1998 (M US$) :

Jepang : 184,45, AS 83,64; Sing 53,71; Bld 15,43: Hongkong 14,21: Jerman 13,7

Austrlia 11,3; Inggrs 10,7; Malay 8,3 Italy 7,25

2. Intensitas Penggunaan Faktr Prod.

Scr hipotesis: expor IM memiliki pot bsr dbdgkn prod yg pdt TK & SDA. Kenyataannya ???????

Hill (1992) : expor pdt mdl > expor pdt TK

Aswicahyono (1996) : expor sb dy pertn >IM >pdt TK.

3.Intra Industry Trade.

Ind-Jpg bs buat brg yg sama krn memiliki factor endowment yg sama shg tdk akn mendpt manfaatnya (gain from trade),teori klasik. IT tdk terjadi tapi IIT (perdag 2 arah) terjadi & lb dominan.

Arif& Tan(1992) perdag di ASEAN pangsa IT 4% dan IIT 96%. Khdrn MNC sbg sebab

Tambunan(2000): Ind import mesin & brg mdl, namun juga expor mesin,alt kom &transp nmn ttp lb bsr impor dp expor.

IIT smkn lb penting dibanding IT khususnya dr kategori horizontal IIT.

4. Kinerja Relatif. Utk menilai baik/tdknya perkemb expor Ind diprhtkn kinerja expor absolut dan relatif dbdg neg2 lain.

Tingkat daya saing (diukur dg bbrp metode):

  1. Revealed Comparative Advantage (RCA)

RCAij  = Xij/Xit : Wj/Wt,

dimana : Xij : nilai expor kom j dr neg i

Wit:nilai exp ttl (prod j dll) neg i

Wj : nilai expor kom j di dunia

Wt : nilai expor dunia

2. Constant Market Share (CMS),pertumbhn expor dpt diuraikan dlm 4 effek yi :

a. Efek Pertumbhn Std,

b. Efek Komposisi Komoditas Expor,

c. Efek Distribusi Pasar Dunia dan

d. Efek Daya Saing

Jd Laju pertumbhn std rata2 dunia diuraikan menjadi 3 faktor yi :komps komoditi expor,distrib psr dunia dan dy saing.

a. Pertumbhn standar

r = W (t) – W (t-1) : W (t-1)

dmn:

r: pertmbhn std utk semua expor & neg tjn

W (t) ; expor dunia thn t

W (t-1) ; expor dunia thn t-1

b. Komposisi komoditas

∑i (ri – r) Ei (t-1) : E (t-1)

dmn Ei (t-1) ; expor I th t-1

E (t-1) : expor ttl thn t-1

ri : pertumbhn std utk expor kom I

c. Distribusi pasar dunia;

∑i ∑j (rij – ri) Eij (t-1) : E(t-1), dimana :

Eij (t-1) : expor I keneg j thn t-1

rij : pertumbhn std utk expor i keneg j

d. Daya Saing

∑i ∑j [ Eij (t) – Eij (t-1) – rij Eij (t-1)] : E(t-1)

Berdsrkn effek2 diatas mk pertumbhn expor suatu neg(deviasinya thdp pertumbn std) adl sbb :

E(t) – E(t-1):E(t-1) = r+(b)+(c)+(d)

3. Real Effective Exchange Rate (REER) = nilai tukar efektif riel jg sering dignkn sbg slh satu index utk ukur tk dy saing expor suatu neg.

Nilai tukar riil adl nilai tkr nominal dibagi rasio index hrg di DN dan di LN.

Nilai tkr riel didiffkn: sbg dy beli reltf dr output domestik yakni hrg brg dr LN(impor) yg diukur dlm bntk brg domestik (expor).

v = VPln / Pdn, dimana :

v : nilai tukar riil

V : nilai tukar nominal

Pln : index hrg di LN (brg impor) dlm mu      asing (mis US $)

Pdn : index hrg di DN (brg expor) dlm mu     domestik (mis Rp)

4. Daya Saing Global.

WEF (World Economic Forum) di Geneva,Swiss setiap thn terbitkan Global Competitiveness Index (GCI)

GCI adl index gab dr sejumlah indikator ekonomi yg telah teruji scr empiris memiliki suatu korelasi postf dg pertumbhn ekonomi (PDB) utk JM & JP shg scr teoritis jg mempy korelasi postf dg kinerja/ dy saing expor

Dlm mengembangkn index tsb dgnkn 2 mcm data yi :

a. data kuantitatif (kinerja ekonomi spt lj   pertumbhn PDB,pertmbhn expor, investasi,kapst teknlg,kond infra struktur)

b.data kualitatif (inform yg didpt lwt survey thdp sejumlah perush di neg tsb.Tuj survey utk mengeth persepsi pribadi para manajer executiv/ pemilik/ pimp perush ttg neg mereka berkaitan dg dy saing yg tdk dpt diukur scr kuant

Faktor2 yg terbukti sgt sign thdp Pertumbhn Ekon & Dy Saing

  1. Keterbukaan thdp Perdag Internasional
  2. Kualitas Kebijakan Pemerintah
  3. Kualitas Lembaga Keuangan
  4. Effisiensi Pasar TK
  5. Tingkat Pendidikan TK
  6. Kualitas Kelembagaan.

Peringkat 10 Neg tertinggi Daya Saing Internasional & Pss Asia berdsr lap WEF

Negr 2000 1999 1998 1997 1996
1.AS 1 2 3 3 4
2.Sing 2 1 1 1 1
3.Lux 3 7 10 11 5
4.Bld 4 9 7 12 17
5.Irlan 5 10 11 16 26
6.Find 6 11 15 19 16
7.Kand 7 5 5 4 8
8.H.K 8 3 2 2 2
9.Ingg 9 8 4 7 15
10.Sws 10 6 8 8 8
Neg 2000 1999 1998 1997 1996
Taiwn 11 4 6 8 9
Jpg 21 14 12 14 13
Malay 25 16 17 9 10
Korsel 29 22 19 21 20
Thai 31 30 21 18 14
Filpn 37 33 33 34 31
Cina 41 32 28 29 36
Indon 44 37 31 15 30
India 49 52 50 45 45
Vietnm 53 48 39 49

 

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 279 other followers