Home > Islam, Mata Kuliah, Pendidikan Agama Islam > Pendidikan Agama Islam ׀ Agama dan Kebudayaan

Pendidikan Agama Islam ׀ Agama dan Kebudayaan

Pengertian Agama

  • Pengertian populer : seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur hubungan manusia dengan dunia ghaib, khususnya Tuhannya, mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan mengatur manusia dengan lingkungannya.
  • Pengertian antropologis: sistem keyakinan yang melibatkan emosi dan pemikiran yang sifatnya pribadi dan diwujudkan dalam tindakan-tindakan keagamaan yang sifatnya individual, kelompok, sosial yang melibatkan sebagian atau seluruh masyarakat
  • Menurut Parsudi Suparlan (1988) : sistem keyakinan yang dianut dan tindakan-tindakan yang diwujudkan oleh suatu kelompok masyarakat dalam menginterpretasi dan memberi respon terhadap apa yang dirasakan dan diyakini sebagai gaib dan suci.

Pengertian Kebudayaan

  • Pengertian populer : kesenian atau hasil karya manusia
  • Koentjaraningrat : keseluruhan kegiatan yang meliputi, tindakan, perbuatan, tingkahlaku manusia, dan hasil karyanya yang didapat dari belajar
  • E.B. Taylor : sesuatu yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat
  • Pengertian Umum : suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya.
  • Kebudayaan merupakan hasil karya cipta manusia dengan kekuatan jiwa (pikiran, kemauan, intuisi, imajianasi dan fakultas-fakultas ruhaniah lainnya) dan raganya yang menyatakan diri dalam pelbagai kehidupan (hidup ruhaniah) dan penghidupan (hidup lahiriah) manusia, sebagai jawaban atas segala tantangan, tuntunan dan dorongan dari intern diri manusia, menuju arah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan (spiritual dan material) manusia, baik individu maupun masyarakat ataupun individu dan masyrakat.
  • Musyawarah antar Seniman Budayawan Islam : Manifestasi dari Ruh, Dzauk, Irodah, dan amal (Cipta, Rasa, Karsa dan Karya) dalam seluruh segi kehidupan insani sebagai fitrah, ciptaan karunia Allah SWT.

Substansi Kebudayaan

  • Sistem pengetahuan
  • Nilai-nilai
  • Pandangan hidup
  • Keyakinan (religi)
  • Persepsi
  • Etos

Hubungan Agama dan Kebudayaan

Agama (Islam) -bertemu/interaksi-> kebudayaan (lokal)-melahirkan-> akulturasi dan asimilasi -membentuk-> pemahaman dan pengalaman agama (budaya baru).

Pendapat mengenai nisbah antara agama dan kebudayaan :

  1. Pendapat pertama : Agama adalah bagian dari kebudayaan. Jadi kebudayaan mencakup agama.
  2. Pendapat kedua : Kebudayaan adalah bagian dari agama. Jadi agama mencakup kebudayaan.

Sebenarnya agama samawi dan agama kebudayaan tidak saling mencakup. Masing-masing berdiri sendiri, yang satu tidak merupakan bagian yang lain. Meskipun dalam kenyataan kehidupan dan penghidupan manusia sehari-hari, keduanya memiliki hubungan yang saling erat.

Adapun perkara bahwa sebagian unsur dari kebudayaan lantaran tidak sejalan dengan tujuan-tujuan transedental agama samawi yaitu sampainya manusia kepada kesempurnaan, bertolak belakang dengan agama atas alasan ini tidak diterima oleh agama, merupakan perkara yang jelas. Akan tetapi banyak unsur kebudayaan yang sejalan dengan program dan agenda agama. Dan adalah suatu hal yang wajar apabila mendapatkan sokongan agama. Dari sisi yang lain, banyak hal dari kebudayaan yang disuguhkan dalam tataran  nilai-nilai yang dimunculkan dari agama.

Membahas fluiditas (kelenturan) Budaya-Agama, saat Budaya ataupun Agama dianggap sebagai an sich, manusia terlahir di dunia mau tidak mau harus menerima warisan sebuah ide-ide, sistem tingkah laku, dan artefak yang sebelumnya telah ada. Berbeda dengan ketika budaya ataupun agama dimaknai sebagai proses, keduanya dipandang dalam bentuk kontinyuitas perkembangan, kebangkitan, dan keruntuhan sutau kebudayaan. Kebudayaan dan Agama sebagai proses adalah realitas yang tidak terhenti satu jejak saja. Fluiditas keduanya merupakan jejak nostalgia dari sebelumnya untuk titik tolak menuju jejak berikut yang bersifat menambahi, merubah atau bahkan meniadakan.

Nilai-nilai Dasar Islam tentang Kebudayaan

H.A.R. GIBB: “Islam is needed much more than system of theology, it is complete civilitation” (Wither Isla, p.12). Pernyataan GIBB termaktub di atas populer sekali di Indonesia berkat kerapkali dikutipndan disiarkan oleh M.NATSIR yang dahulu menerjemahkan sebagai berikut :

  1. “Islam itu sesungguhnya lebih dari satu sistem agama saja, dia itu adalah suatu kebudayaan yang lengkap”.
  2. “Islam itu sesungguhnya lebih dari satu sistem peribadatan, dia itu adalah suatu kebudayaan yang lengkap”.

Menurut pendapat Dr. H. Endang Syaefudding Al-Anshari, dalam bukunya “ Pokok-Pokok Pikiran Tentang Islam” h.23.th 1976 :

  1. “Islam itu seseungguhnya lebih dari satu sistem theologi, ia adalah satu sivilisasi yang lengkap”.
  2. Pendapat GIBB wajar karena seorang orientalis, namun tidak wajar bagi orang Islam yang “commited” terhadap agamanya.
  3. Kebudayaan Islam bukanlan Islam itu sendiri melainkan kebudayaan , yaitu “Kebudayaan karya orang Islam yang commited terhadap agamanya”.

Agama Islam sebagai Sumber Kekuatan Kebudayaan Islam

Berdasarkan kutipan M. Natsir, yang menjadi kekuatan yang membangkitkan kebudayaan adalah Agama Islam, jadi bisa dikatakan kebudayaan itu “ Kultur Islam”.

Beberapa faktor dalam agama Islam yang mendorong pemeluknya untuk menciptakan Kebudayaan Islam, diantaranya : Agama Islam menghormati akal manusia, meletakkan akal pada tempat yang terhormat, menyuruh manusia menggunakan akal untuk memeriksa dan memikirkan keadaan alam.

Firman Allah :

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (١٨٩)إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ (١٩٠)الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (١٩١)

Artinya :

“Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yakni orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” ( Q.S. Ali Imran : 189 – 191 )

Download

Download bahan mata kuliah Pendidikan Agama Islam Bab Agama dan Kebudayaan.

Sumber Referensi :

  • E-learning Gunadarma
  • Bahan Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di STIE Bank BPD Jateng yang disampaikan Bapak Nurwan.
  • Tugas Form.1 EKO SUDARMAKIYANTO (NIM.1M101535) Bab Agama dan Kebudayaan.
About these ads
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 277 other followers

%d bloggers like this: